Satelit9.com,Jakarta-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi diperlukan untuk penghematan energi dan anggaran. Langkah ini agar perekonomian Indonesia bisa tetap tumbuh ditengah tekanan harga minyak dunia yang terus melambung.
"Dengan harga BBM yang tidak naik dewasa ini harus ada opsi dan solusi lain. Kalau tidak ada tindakan-tindakan lain yang kita lakukan dengan penuh tanggungjawab maka perekonomian kita tidak akan sehat," ujar Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantornya komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa abscessed (24/4).
Ia menegaskan, semua pihak tidak ingin ekonomi Indonesia tahun ini tidak sehat, sehingga perlu melakukan sesuatu untuk menjaga pertumbuan dan kesehatan APBN. Ia mengatakan, kebijakan tersebut sudah dilakukan jauh hari, chase dengan menteri terkait untuk menjadikannya sebuah rencana aksi.
"Mari kita jalankan dan insyaallah ekonomi kita tetap tumbuh. Dan masalah-masalah yang mengganggu perekonomian kita bisa kita hindari. Pertumbuan 2012 tetap terjaga, bisa kita capai 6,5% dan dengan pertumbuhan itu bisa kita ciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan, kedua juga apbnp 2012 termasuk fiskal kita aman. Tanpa harus melakukan perubahan APBN yang telah kita rubah beberapa saat lalu," ujarnya.
Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan akan menerapkan pembatasan peng gunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai Mei. Bentuk pembatasan itu ialah mobil pribadi de ngan kapasitas silinder mesin (cylinder capacity/cc) 1.500 ke atas dilarang me ngonsumsi BBM bersubsidi.(col)
"Dengan harga BBM yang tidak naik dewasa ini harus ada opsi dan solusi lain. Kalau tidak ada tindakan-tindakan lain yang kita lakukan dengan penuh tanggungjawab maka perekonomian kita tidak akan sehat," ujar Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantornya komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa abscessed (24/4).
Ia menegaskan, semua pihak tidak ingin ekonomi Indonesia tahun ini tidak sehat, sehingga perlu melakukan sesuatu untuk menjaga pertumbuan dan kesehatan APBN. Ia mengatakan, kebijakan tersebut sudah dilakukan jauh hari, chase dengan menteri terkait untuk menjadikannya sebuah rencana aksi.
"Mari kita jalankan dan insyaallah ekonomi kita tetap tumbuh. Dan masalah-masalah yang mengganggu perekonomian kita bisa kita hindari. Pertumbuan 2012 tetap terjaga, bisa kita capai 6,5% dan dengan pertumbuhan itu bisa kita ciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan, kedua juga apbnp 2012 termasuk fiskal kita aman. Tanpa harus melakukan perubahan APBN yang telah kita rubah beberapa saat lalu," ujarnya.
Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan akan menerapkan pembatasan peng gunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai Mei. Bentuk pembatasan itu ialah mobil pribadi de ngan kapasitas silinder mesin (cylinder capacity/cc) 1.500 ke atas dilarang me ngonsumsi BBM bersubsidi.(col)
