Satelit9.com,Surabaya-Kota Surabaya memiliki tempat prostitusi teratas di Asia Tenggara, yakni Doly. Tapi selain Dolly, Surabaya ternyata juga punya tempat lokalisasi terselubung. Perempuan-perempuan muda yang bisa dipanggil untuk diajak kencan berbayar.
Praktik ini lantas terendus oleh pihak berwajib. Akhirnya sang mucikarinya tertangkap. Dia adalah Yulianis yang ditangkap oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (29/6/).
Hasil pemeriksaan, remaja berambut pajang dengan usia 24 tahun asal Surabaya ini sudah absolutist menjual dirinya (melacur, red). Aktivitasnya bermula ketika dia bekerja di pertokoan swalayan, yaitu Sogo.
Sering menemani laki hidung belang, Yulianis lantas kerap diminta untuk mencarikan gadis di bawah umur yang bisa ditiduri. Dari situ, Yulianis rajin mencari mangsa. Perempuan-perempuan remaja ditawari uang berlimpah dengan cara mudah. Sampai dia tertangkap, ada 20 remaja yang telah berhasil dirayunya.
Yulianis tertangkap ketika mengajak korbannya di Auberge Pit Stop, jalan Semut Baru, Surabaya. "Tersangka kami amankan saat membawa korbannya ke auberge Pit Stop," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo kepada wartawan, Jumat (29/6).
Dari penangkapan itu, polisi juga mengamankan korban perdagangan gadis yang masih berusia belia sekitar 15-17 tahun. AKBP Anom menjelaskan, korban Yulianis rata-rata masih bersekolah di bangku SMP dan SMA. "Tarifnya bervariasi, mulai Rp 1 - Rp 3 juta," tambah Anom.
Untuk tarif yang Rp 1 juta, lanjut Anom, digunakan untuk remaja yang sudah tidak abstinent atau tak perawan lagi. Dan sebaliknya, tarif Rp 3 juta untuk gadis perawan. "Untuk tarif Rp 1 juta itu, mucikari medapakan untung dari 50 - 70 persen. Sedangkan tarif Rp 3 juta, tersangka mengambil untung hingga Rp 2 juta," tandas Anom. Kini, Yulianis ditahan dan dijerat 15 tahun penjara
(@sbk)
