Satelit9.com,Merak- Antrean truk ekspedisi yang hendak menuju Pulau Sumatra di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Sabtu (30/6) malam, mencapai delapan kilometer. Ribuan truk mengular di ruas jalan Tol Merak-Tangerang atau kilometer 96 hingga Cikuasa Atas sepanjang delapan kilometer.
Antrean truk tersebut sudah memasuki hari ketiga akibat meningkatnya aggregate kendaraan akhir pekan sekaligus liburan sekolah. Selain itu, juga belum dioperasikannya Dermaga II Pelabuhan Merak.
"Kami minta sopir truk yang terjebak di jalan Tol Merak-Jakarta hingga Cikuasa Atas bersabar dan saling mengantre dengan tertib," kata General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Merak Supriyono di Merak, Sabtu.
Ia mengatakan, pihaknya bekerja keras dengan mengoptimalkan kapal roro sebanyak 25 fleet guna mengatasi antrean truk. Di samping itu juga petugas di Dermaga Pelabuhan Merak terus mengatur lalu lintas. "Kami menargetkan Minggu besok bisa terurai dan semua angkutan bisa menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni," lanjutnya.
Sejumlah sopir truk ekspedisi mengeluhkan selama dua hari terakhir terjebak antrean di Jalan Cikuasa hingga Pelabuhan Merak. Semestinya, mereka sudah menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, jika kondisi Merak normal.
"Kami berharap dini hari bisa menyeberang ke Pulau Sumatra," kata Bona, seorang sopir yang hendak menuju Palembang.
Ia mengaku kondisi tersebut telah membuat biaya operasional bertambah tiga kali lipat. "Kami merasa bingung uang operasional hanya menyisakan sebesar Rp100 ribu untuk mengangkut barang ke Palembang," ujarnya.(@sbk)
Antrean truk tersebut sudah memasuki hari ketiga akibat meningkatnya aggregate kendaraan akhir pekan sekaligus liburan sekolah. Selain itu, juga belum dioperasikannya Dermaga II Pelabuhan Merak.
"Kami minta sopir truk yang terjebak di jalan Tol Merak-Jakarta hingga Cikuasa Atas bersabar dan saling mengantre dengan tertib," kata General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Merak Supriyono di Merak, Sabtu.
Ia mengatakan, pihaknya bekerja keras dengan mengoptimalkan kapal roro sebanyak 25 fleet guna mengatasi antrean truk. Di samping itu juga petugas di Dermaga Pelabuhan Merak terus mengatur lalu lintas. "Kami menargetkan Minggu besok bisa terurai dan semua angkutan bisa menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni," lanjutnya.
Sejumlah sopir truk ekspedisi mengeluhkan selama dua hari terakhir terjebak antrean di Jalan Cikuasa hingga Pelabuhan Merak. Semestinya, mereka sudah menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, jika kondisi Merak normal.
"Kami berharap dini hari bisa menyeberang ke Pulau Sumatra," kata Bona, seorang sopir yang hendak menuju Palembang.
Ia mengaku kondisi tersebut telah membuat biaya operasional bertambah tiga kali lipat. "Kami merasa bingung uang operasional hanya menyisakan sebesar Rp100 ribu untuk mengangkut barang ke Palembang," ujarnya.(@sbk)
