Satelit9.com,Bogor-Tawuran pelajar, sudah menjadi card sehari-hari di Kota Bogor. Tiada hari tanpa tawuran dari pelajar berseragam putih abu-abu ini.Masyarakat jenuh. Dinas Pendidikan dan polisi, sepertinya tidak berdaya.Satgas pelajar juga tidak berfungsi. Lebih parah lagi, tawuran pelajar ini dimanfaatkan wartawan tanpa surat kabar alias wartawan bodrek, untuk mencari uang dengan memeras kepala sekolah, tempat pelajar tawuran bersekolah.
Seperti yang terjadi Jumat (14/9) siang di Warung Jambu Bogor Utara Kota Bogor. Ratusan pelajar dari dua sekolah berbeda, terlibat aksi saling serang. Mempersenjatai diri dengan gir motor, rantai serta clurit dan batu, mereka saling serang ala koboi.
Petugas bersikap dengan menangkap belasan pelajar. Aksi saling kejar ini terjadi disaat warga Kota Bogor hendak menunaikan ibadah salat Jumat.
Tawuran kali ini melibatkan pelajar SMK PGRI 2 dan SMK Mekanik. Keduanya merupakan musuh bebuyutan yang siswanya selalu memenuhi jalan Pajajaran dari VIP hingga Warung Jambu.
Warga yang emosi, karena merasa terganggu, lalu mengejar pelajar ini. Yang tertangkap lalu diberi bogem sebelum dinasehati.
“Ini aksi dendam lama. Kamis (13/9) abscessed juga mereka tawuran. Rupanya belum puas, karena salah satu pelajar Mekanik terluka, hari ini mereka balas,”kata Ramdani, warga yang sempat membubarkan kerumunan.
Irianto, Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) meminta Walikota Bogor, Diani Budiarto, agar mengevaluasi kinerja Kepala Disdik.
“Kalau tiap hari tawuran dengan pelaku dari sekolah yang itu-itu juga, berarti ada yang tidak jalan dalam affairs Disdik. Polisi juga harus tegas. Kalau ditemukan pelajar bawa senjata tajam, tangkap dan kurung. Proses hukum, biar ada jera,”papar Irianto. (yopiDeva)