Satelit9.com,Benghazi- Otoritas Libya menutup wilayah udaranya di atas bandar udara Benghazi selama beberapa jam. Hal ini dilakukan karena adanya tembakan yang diarahkan kepada pesawat-pesawat pengintai Amerika Serikat yang terbang di atas kota itu.Penutupan bandara itu memicu spekulasi bahwa AS sedang mengerahkan pasukan khusus untuk mempersiapkan serangan terhadap para militan yang terlibat dalam serangan di Kedutaan Besar AS.
Seorang pejabat mengatakan pesawat-pesawat pengintai AS terbang di atas kompleks kedutaan dan kota Benghazi. Mereka mengambil gambar serta memeriksa lokasi-lokasi kelompok militan radikal yang diyakini telah merencanakan dan melancarkan serangan terhadap konsulat AS pada Selasa lalu.
Kelompok-kelompok militan menggunakan senapan anti-pesawat untuk menembak pesawat-pesawat pengintai AS.
"Dua pesawat pengintai Amerika terbang di atas Benghazi tadi malam dengan sepengetahuan pihak berwenang Libya," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Wanis al-Sharif kepada Reuters.
"Pesawat-pesawat itu bisa terlihat dan mengalami serangan persenjataan anti-pesawat yang digunakan oleh milisi-milisi bersenjata."
"Karena alasan itulah pihak keamanan Benghazi memutuskan untuk menutup wilayah udara Benghazi. Keputusan apapun untuk mengizinkan operasi di wilayah Libya akan diambil melalui koordinasi antara kongres dan pemerintah baru."
Seperti diketahui, protes keras atas blur Innocence of Muslims berakhir dengan serangan yang menewaskan Duta Besar AS Christopher Stevens dan tiga warga AS lainnya.
Akibat serangan itu, empat staf internasional misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Benghazi, Jumat (14/9), ditarik karena alasan keamanan. Para agent Italia pun telah meninggalkan kota tersebu(Deva)