Satelit9.com,Purbalingga-Hujan yang kembali mengguyur wilayah Purbalingga dan sekitarnya, Selasa (30/10), memakan korban jiwa. Kali ini salah satu siswi SMP asal desa Majasem kecamatan Kemangkon, Anggih Blistaman (13) meninggal tersambar petir, sekitar pukul 13.20 WIB.
Menurut keterangan saksi, Rahmat (25) warga Majasem, saat itu kondisi mendung. Tiba-tiba petir mulai menyambar.
Selang beberapa menit, terlihat kilat menyambar pohon kepala dekat masjid Al Hasan Majasem. Ternyata siswi itu berada tepat di bawah pohon kelapa itu.
"Saat itu langsung tersambar dan ditemukan tengkurap serta sudah tak bernyawa. Kejadian sangat cepat dan pohon kelapa sampai patah tiga dahannya," katanya dihadapan polisi, Selasa (30/10).
Kejadian yang langsung dilaporkan polsek Kemangkon itu membuat geger warga sekitar. Polisi yang datang menemukan korban sudah tak bernyawa dengan luka dibagian dada. Saat diperiksa, korban membawa ponsel yang ditaruh di salah satu kaos yang dikenakan saat kejadian.
"Hape sampai rusak dan sedikit pecah. Di dada atas tempat ponsel diletakkan ditemukan luka bakar. Kami langsung memeriksa korban melalui tim medis dan murni diduga tersambar petir," kata Kapolres Purbalingga, AKBP Ferdy Sambo melalui KapolsekKemangkon, AKP Suharsono.
Dari keterangan yang dihimpun dilokasi, korban saat menjelang kejadian bermaksud mendatangi rumah salah satu temannya untuk memberikan surat izin tidak bisa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler abscessed di sekolahnya. Namun baru beberapa beat melangkah, petir menyambar (kevin)
.jpg)