Satelit9.com,Kairo- Tidak kurang dari 47 orang, sebagian besar
anak-anak, tewas akibat kereta api menabrak bus sekolah saat melintas
rel di kota selatan Kairo pada Sabtu (17/11), kata media pemerintah dan
pejabat.
Pejabat tinggi keamanan di Assiut, dekat tempat kejadian itu, mengatakan 44 orang tewas adalah anak-anak berusia sekitar empat hingga delapan tahun. Dua wanita dan seorang pria, yang diperkirakan sopir bus itu, juga meninggal, tambahnya.
Kantor berita resmi mengatakan 13 orang lainnya cedera. Satu sumber medis mengatakan 28 orang cedera, 27 dari mereka adalah anak-anak.
Jalan-jalan Mesir dan jalur kereta api memiliki catatan yang tidak aman dan para warga Mesir telah absolutist mengeluhkan kepada pemerintah agar memberlakukan standar keselamatan dasar, yang menyebabkan terjadi sejumlah kecelakaan yang menelan korban jiwa.
"Mereka mengemukakan kepada kami pintu-pintu kereta terbuka ketika bus melintasi rel dan kereta menabraknya," kata Mohamed Samir, seorang dokter di rumah sakit Assiut setelah mereka yang cedera dibawa, mengutip pernyataan para saksi mata.
Ia mengatakan banyak mayat dari mereka yang tewas sangat sulit dikenal, yang menunjukkan betapa kerasnya tabrakan yang terjadi di kota Manfalut, dekat Assiut, sekitar 300 km selatan ibu kota Kairo itu.
"Saya melihat kereta api menabrak bus itu dan menyeret kendaraan itu sejauh satu kilomter di jalur kereta api," kata Ahmed Youssef, seorang sopir.
Seorang saksi mata lainnya juga mengatakan kereta api itu menabrak bus itu dengan kuat yang menghancur kendaraan itu.
Menteri Transpor Mohamed Rashad mengajukan pengunduran diri, yang sedang dipertimbangkan Presiden Mohamed Moursi, kata media pemerintah.
Moursi meminta para menterinya memberikan bantuan kepada keluarga para korban yang meninggal, kata kantor berita resmi itu. Perdana Menteri Hisham Kandil memerintahkan mereka yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu diperiksa.
Keluarga dari mereka yang menjadi korban kecelakaan itu melakukan protes di lokasi itu, kata kantor berita itu. Para pejabat berusaha menjamin bahwa kasus itu akan diselidiki dan mereka akan menerima bantuan, katanya.
Awal bulan ini, setidaknya tiga warga Mesir tewas dan lebih dari 30 orang lainnya cedera akibat kecelakaan kereta api di Fayoum, satu kota di selatan Kairo. Pada Juli 15 orang cedera di Giza, dekat ibu kota itu, ketika satu gerbong kereta keluar rel.
Bencana kereta api terburuk di Mesir terjadi tahun 2002 ketika kebakaran melanda tujuh gerbong kereta penumpang, menewaskan setidaknya 360 orang.
Banyak lagi yang tewas dalam kecelakaan-kecelakaan kereta api sejak itu kendatipun janji-janji dari pemerintah untuk meningkatkan usaha keselamatan. Kecelakan-kecelakaan yang melibatkan banyak korban tewas juga biasa terjadi di jaringan jalan yang buruk negara itu.(DOR)
Pejabat tinggi keamanan di Assiut, dekat tempat kejadian itu, mengatakan 44 orang tewas adalah anak-anak berusia sekitar empat hingga delapan tahun. Dua wanita dan seorang pria, yang diperkirakan sopir bus itu, juga meninggal, tambahnya.
Kantor berita resmi mengatakan 13 orang lainnya cedera. Satu sumber medis mengatakan 28 orang cedera, 27 dari mereka adalah anak-anak.
Jalan-jalan Mesir dan jalur kereta api memiliki catatan yang tidak aman dan para warga Mesir telah absolutist mengeluhkan kepada pemerintah agar memberlakukan standar keselamatan dasar, yang menyebabkan terjadi sejumlah kecelakaan yang menelan korban jiwa.
"Mereka mengemukakan kepada kami pintu-pintu kereta terbuka ketika bus melintasi rel dan kereta menabraknya," kata Mohamed Samir, seorang dokter di rumah sakit Assiut setelah mereka yang cedera dibawa, mengutip pernyataan para saksi mata.
Ia mengatakan banyak mayat dari mereka yang tewas sangat sulit dikenal, yang menunjukkan betapa kerasnya tabrakan yang terjadi di kota Manfalut, dekat Assiut, sekitar 300 km selatan ibu kota Kairo itu.
"Saya melihat kereta api menabrak bus itu dan menyeret kendaraan itu sejauh satu kilomter di jalur kereta api," kata Ahmed Youssef, seorang sopir.
Seorang saksi mata lainnya juga mengatakan kereta api itu menabrak bus itu dengan kuat yang menghancur kendaraan itu.
Menteri Transpor Mohamed Rashad mengajukan pengunduran diri, yang sedang dipertimbangkan Presiden Mohamed Moursi, kata media pemerintah.
Moursi meminta para menterinya memberikan bantuan kepada keluarga para korban yang meninggal, kata kantor berita resmi itu. Perdana Menteri Hisham Kandil memerintahkan mereka yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu diperiksa.
Keluarga dari mereka yang menjadi korban kecelakaan itu melakukan protes di lokasi itu, kata kantor berita itu. Para pejabat berusaha menjamin bahwa kasus itu akan diselidiki dan mereka akan menerima bantuan, katanya.
Awal bulan ini, setidaknya tiga warga Mesir tewas dan lebih dari 30 orang lainnya cedera akibat kecelakaan kereta api di Fayoum, satu kota di selatan Kairo. Pada Juli 15 orang cedera di Giza, dekat ibu kota itu, ketika satu gerbong kereta keluar rel.
Bencana kereta api terburuk di Mesir terjadi tahun 2002 ketika kebakaran melanda tujuh gerbong kereta penumpang, menewaskan setidaknya 360 orang.
Banyak lagi yang tewas dalam kecelakaan-kecelakaan kereta api sejak itu kendatipun janji-janji dari pemerintah untuk meningkatkan usaha keselamatan. Kecelakan-kecelakaan yang melibatkan banyak korban tewas juga biasa terjadi di jaringan jalan yang buruk negara itu.(DOR)
