![]() |
| Bom Meledak di Istana Kepresidenan Yaman |
Satelit9.com,Yaman-Sedikitnya 25 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di Istana Kepresidenan Yaman, kemarin, beberapa jam setelah pelantikan presiden yang baru.
Ledakan bom mobil menyebabkan banyak korban dan kerusakan di luar Istana Kepresidenan di selatan Yaman bersamaan dengan pelantikan kepala negara mereka.
Para petugas rumah sakit mengungkapkan kepada pers, setidaknya 25 orang tewas dan 30 terluka dalam serangan barbarous di Mukalla, ibu kota provinsi Hadramaut, Sabtu (25/2).
Seluruh korban tewas adalah anggota pasukan Garda Republik Yaman, yang bertugas untuk mengamankan presiden.
"Sebuah truk bak terbuka membawa pembom bunuh diri yang meledak di pintu masuk istana kepresidenan di Mukalla," demikian seorang pejabat pemerintah.
Kantor Berita Reuters melaporkan, jaringan al-Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri ini sebagai 'balas dendam atas kekejaman Pasukan Garda Republik Yaman'.
Di samping itu, wartawan Al Jazeera Hashem Ahelbarra melaporkan dari ibu kota Yaman, Sanaa, meski serangan yang mirip 'dengan ciri-ciri al-Qaeda' namun belum ada satu kelompok pun yang bertanggung jawas atas insiden itu.
"Al-Qaeda melancarkan serangan pertama (di Mukalla) pada 2002, dengan menghancurkan kapal tanker minyak Prancis. Hal ini membuat perhatian internasional tertuju ke wilayah timur Yaman," ujar Ahelbarra.
"Satu hal, serangan ini juga menunjukkan gerakan separatis juga sangat aktif di wilayah selatan."
Beberapa jam sebelum serangan tersebut, berlangsung pelantikan Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi di ibu kota Sanaa, sekitar 500 km dari lokasi serangan.
Wakil Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi merupakan satu-satunya calon dalam pemilihan presiden setelah presiden Ali Abdullah Saleh -yang sudah berkuasa selama 30 tahun- bersedia mengundurkan diri.
Namun Presiden Saleh baru akan menyerahkan kekuasaan kepada Abd Rabbu Mansour Hadi pada Senin 27 Februari 2012.
Presiden Saleh baru bersedia mengundurkan diri secara resmi jika sudah terpilih presiden baru dan dengan kondisi mendapatkan kekebalan dari tuntutan hukum.
Pengunduran diri itu dipicu oleh rangkaian unjuk rasa yang menentang pemerintahannya untuk menuntut reformasi politik.
Dalam pidato pelantikannya, Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi menegaskan tekad untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi Yaman.
"Saya berdiri di sini dalam momen bersejarah. Saya memandang kepada warga Yaman dan mengucapkan terima kasih, Krisis mencapai setiap kota, kampung, dan rumah namun Yaman akan terus bergerak maju," katanya seperti dikutip kantor berita Reuters.
Bagaimanapun presiden baru mengemban tugas yang berat karena sebagian kawasan Yaman sudah dikuasai oleh kelompok militan yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda.
