• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Balada Lembaga Pemasyarakatan yang Tidak Manusiawi

    Last Updated 2012-02-25T19:00:16Z


    Ilustrasi kartun

    Satelit9.com-Penjara telah menjadi tempat penyiksaan baru bagi kaum terhukum. Alih-alih memperbaiki, penjara justru membuat perilaku kriminal dan para pelanggar hukum menjadi lebih buruk.
    Itulah yang kita lihat dari kericuhan yang pecah di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Denpasar, Bali, Rabu (22/2). Para narapidana membakar gedung perkantoran LP terbesar di Bali itu.
    Kerusuhan dipicu ketidakpuasan narapidana atas penanganan keributan yang terjadi di LP itu pada Minggu (19/2). Mereka mengamuk karena merasa mendapatkan perlakuan diskriminatif dari petugas.
    Tiga narapidana harus ditembak karena menyerang polisi dengan batu batako. 
    Peristiwa serupa sesungguhnya sudah nyaris meletus tahun lalu di Rutan Salemba, Jakarta, saat sekitar 30 tahanan mencoba menyerang petugas rutan. Ketika itu, para petugas Polsek dan Polres Jakarta Pusat datang tepat waktu sehingga masih dapat mengendalikan agresivitas para tahanan.
    Salah satu akar persoalan yang diduga menjadi penyebab meledaknya amarah narapidana ialah kondisi hunian LP yang terlalu padat. LP Kerobokan, misalnya, dihuni 1.015 narapidana. Padahal, kapasitas penjara itu hanya 600 orang.
    Kerusuhan serupa tentu saja berpotensi terjadi di penjara lain. Semua LP di negeri ini telah kelebihan penghuni.
    Jumlah penghuni LP Sorong, Papua, misalnya, 223 narapidana. Padahal, seharusnya penjara itu hanya dihuni sesuai dengan kapasitasnya, yakni 183 orang. Di Kalimantan Selatan, lebih parah lagi. Kapasitas absolute LP di wilayah itu hanyalah 1.578 orang. Namun, ada 4.093 narapidana dan tahanan yang harus tinggal di tempat itu.
    Yang lebih ekstrem terjadi di LP Teluk Dalam, Banjarmasin, yang saat ini dihuni 1.326 narapidana. Padahal, kapasitas LP itu hanyalah 336 orang.
    Secara nasional, overkapasitas LP di seluruh Indonesia mencapai sekitar 40 ribu narapidana.
    Data acak itu telah memberi sinyal bahwa insiden yang jauh lebih buruk daripada Kerobokan dapat meletus sewaktu-waktu di banyak LP. Karena itu, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin tidak cukup hanya berdiri menunggu di emperan toko di seberang LP Kerobokan untuk menyelesaikan persoalan di LP secara lebih substantif.
    Harus dilakukan relokasi penghuni dari LP padat ke LP longgar penghuni, bila itu masih memungkinkan. Bila tidak, negara harus membangun penjara baru agar narapidana dapat menjalani hukuman lebih manusiawi.Insiden itu mengirim peringatan serius bahwa ada yang sangat keliru dalam pengelolaan penjara kita.hhhh
    Komentar
    • Balada Lembaga Pemasyarakatan yang Tidak Manusiawi

    Terkini

    Topic Popular