![]() |
| Bom Meledak di Bandara Afghanistan |
Satelit9.com,Afganistan-Sebuah bom mobil bunuh diri menewaskan sembilan orang dalam sebuah serangan di bandara militer di kawasan timur Afghanistan pada Senin (27/2). Insiden ini merupakan yang terbaru dari serangkaian kekerasan dan protes sejak kejadian pembakaran Quran tanpa sengaja di pangkalan militer NATO pada pekan lalu.
Belum ada indikasi resmi bahwa peledakan yang terjadi di gerbang bandara Jalalabad itu terhubung dengan protes dan kerusuhan yang menelan korban jiwa, meski Taliban dengan cepat mengklaim bertanggungjawab atas serangan itu yang mereka sebut sebagai “balas dendam” atas peristiwa pembakaran Quran.
Menurut pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, 12 orang terluka dalam pemboman bunuh diri di bandara dan korban jiwa adalah warga sipil dan tentara Afghanistan yang menjaga pintu.
Juru bicara NATO yang dipimpin oleh International Security Assistance Force (ISAF) di provinsi Nangarhar, dengan ibu kota Jalalabad, menyatakan bahwa peledakan tidak merusak di dalam bandara militer, yang digunakan oleh pasukan ISAF.
Kerusuhan terjadi di seluruh Afghanistan selama pekan lalu meskipun telah ada permintaan maaf dari pemimpin Amerika Serikat, termasuk Presiden Barack Obama dan komandan-komandan militer.
Pada hari Minggu (26/2) tujuh anggota militer AS terluka ketika sebuah granat dilemparkan ke markas mereka di utara Afghanistan.
Seruan “Kematian untuk Amerika” telah banyak terdengar di antara para pemrotes dan beberapa demonstran mengibarkan bendera putih Taliban.
Dengan beberapa tanda krisis yang meninggi, duta besar AS untuk Afghanistan mengatakan bahwa negaranya harus menolak dorongan untuk menarik pasukannya keluar dari Afghanistan lebih awal dari jadwal.
“Ketegangan semakin tinggi di sini. Saya rasa kita perlu menunggu sampai situasi tenang, kembali ke atmosfer yang lebih normal,” ujar Duta Besar Ryan Crocker kepada acara wawancara langsung dari Kabul di acara State of the Union di CNN. “Ini bukanlah saat memutuskan urusan kita telah selesai di sini. Kita harus menggandakan usaha. Kita harus menciptakan situasi yang tidak memungkinan Al Qaeda untuk kembali,” ujar Crocker.
Dalam sebuah perjanjian internasional, pasukan tempur negara asing harus meninggalkan Afghanistan pada akhir 2014, proses yang sudah berlangsung.
