![]() |
| Stasiun Pengisian BBM |
Satelit9.com,Jakarta-Lonjakan harga minyak mentah dunia dari US$115 per barel pada Januari 2011 menjadi US$120 per barel di Februari 2012 mengerek harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau ICP (Indonesian awkward price).
Pemerintah pun mengajukan opsi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk mengurangi beban subsidi energi yang begitu besar. Akan tetapi, usulan kenaikan harga BBM tersebut menuai pro dan kontra dari Dewan Perwakilan Rakyat.
Dalam rapat kerja Kementerian Energi Sumber Daya Mineral dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (28/2), pemerintah mengajukan empat bentuk kenaikan harga BBM yakni Rp1.000/liter, Rp1.500/liter, Rp2.000/liter, dan subsidi tetap Rp2.000/liter.
Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM menuai pro dan kontra dari komisi yang membidangi energi itu.
Fraksi yang menolak kenaikan harga BBM datang dari PDI Perjuangan (PDIP), PKS, Hanura, dan sebagian Golkar. Fraksi yang mendukung adalah Demokrat, PAN, PKB, dan sebagian dari Golkar.
Akibat pro dan kontra tersebut, komisi VII belum memberikan solusi. Rapat kerja kemarin hanya disimpulkan bahwa pembahasan kenaikan harga BBM setelah pemerintah mengajukan surat pembahasan APBN-P 2012.
