![]() |
| Cafe internet |
Satelit9.com.As-Seringkah Anda merasa tidak bisa menahan panggilan untuk mengupdate cachet di Facebook atau untuk men-tweet perasaan Anda setiap waktu? Jika iya, mungkin Anda harus waspada karena tidak absolutist lagi perilaku itu akan termasuk dalam ciri-ciri penyakit jiwa bernama "kecanduan internet".
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) dari asosiasi psikater Amerika Serikat, daftar yang juga sering disebut "Kitab Suci" penyakit jiwa tampaknya akan segera menambahkan kecanduan internet ke dalam daftar terbarunya dalam waktu dekat.
DSM dalam beberapa dekade telah menjadi referensi dari banyak psikiater untuk mendiagnosis para pasien mereka.
Sementara asosiasi psikiater AS, menjelang revisi DSM terbaru, telah mengajukan kecanduan internet sebagai penyakit terbaru dalam versi terbaru DSM.
Meski pun demikian belum jelas atau ditentukan apa saja gejala dan ciri dari pengidap kelainan itu jika nanti benar-benar dimasukan sebagai kelainan jiwa.
Akan tetapi sebuah penelitian di China, tahun 2011, menunjukan bahwa pelajar yang menggunakan komputer sekitar 10 jam sehari selama enam hari sepekan akan mengalami gangguan pada otaknya.
"Kecanduan internet dalam jangka panjang akan menyebabkan perubahan pada struktur otak, yang kemudian berujung pada disfungsi otak kronis pada seseorang," tulis penelitian itu.
Ada pun menurut Dr. Jerald L. Block, psikiater terkemukan AS dalam editorialnya American Journal of Psychiatry menulis sejumlah gejala kecanduan internet yakni antara lain, pertama penggunaan yang berlebihan sehingga lupa waktu, kedua marah dan kecewa ketika tidak bisa menggunakan komputer, ketiga menginginkan komputer, software, atau waktu pengggunaan internet yang lebih lama, dan keempat berperilaku negatif seperti suka mendebat, menipu, prestasi menurun, terisolasi secara sosial, dan kelelahan.
