![]() |
| ilustrasi |
Perusuh membunuh sedikitnya 10 orang dan polisi, kemudian menembak mati dua orang dari mereka yang terlibat dalam kekerasan itu, yang terjadi di daerah Yecheng, prefektur Kashgar.
Kantor berita Xinhua melaporkan, massa yang beringas melancarkan serangan sekitar pukul 18.00 (pukul 17.00 WIB) dan polisi kini memburu mereka yang terlibat dalam penyerangan itu.
Informasi tersebut belum bisa dikonfirmasi secara independen.
Xinjiang adalah tempat tinggal penduduk etnik Uighur, warga muslim berbahasa Turki. Jumlahnya lebih dari 40 persen dari penduduk kawasan itu yang mencapai lebih dari 21 juta jiwa. Mereka mengeluhkan penindasan oleh pihak berwenang China.
Akhir bulan lalu pemerintah China menyatakan akan memperkuat pasukan kepolisian di kawasan tersebut.
Pemerintah akan merekrut 8.000 polisi baru untuk memperkuat jajaran kepolisian di kawasan pedesaan di Xinjiang.
Ibu kota Xinjiang, Urumqi, menjadi pusat kerusuhan terburuk di China dalam beberapa dasawarsa pada 5 Juli 2009.
Kerusuhan itu merenggut hampir 200 jiwa dan mencederai sekitar 1.700 orang.
Kekerasan yang dialami warga Uighur itu telah menimbulkan gelombang pawai protes di berbagai kota di dunia seperti Ankara, Berlin, Canberra, dan Istanbul.
Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan batten keras melontarkan kecaman dan menyebut kejadian di Xinjiang sebagai "semacam pembantaian".
Warga Uighur di pengasingan mengklaim, bahwa pasukan keamanan China bereaksi terlalu berlebihan atas protes damai dan menggunakan kekuatan mematikan.
Delapan juta warga Uighur memiliki lebih banyak hubungan dengan tetangga mereka di Asia tengah ketimbang dengan orang Cina Han yang berjumlah kurang dari separuh penduduk Xinjiang.
Bersama-sama Tibet, Xinjiang merupakan salah satu kawasan batten rawan politik. Di kedua wilayah itu, pemerintah China berusaha mengendalikan kehidupan beragama dan kebudayaan serta menjanjikan petumbuhan ekonomi dan kemakmuran.
Beijing tidak ingin kehilangan kendali atas wilayah yang berbatasan dengan Rusia, Mongolia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan, dan India, serta memiliki cadangan minyak besar serta merupakan daerah penghasil gas alam terbesar di China.
Penduduk minoritas telah absolutist mengeluhkan, bahwa orang China Han mengeruk sebagian besar keuntungan dari subsidi pemerintah dan membuat warga setempat merasa seperti orang luar di negeri mereka sendiri.
Beijing mengatakan, kerusuhan batten buruk di kawasan tersebut dipicu oleh kelompok-kelompok separatis di luar negeri yang ingin menciptakan wilayah merdeka bagi minoritas muslim Uighur.
Namun, kelompok-kelompok itu membantah mengatur kekerasan tersebut dan mengatakan, kerusuhan itu merupakan wujud amarah yang menumpuk terhadap kebijakan pemerintah dan dominasi ekonomi China Han.
