• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Laba Bank Tabungan Negara Tahun 2011 Rp1,1 triliun

    Last Updated 2012-02-28T20:12:51Z


    logo Bank BTN

    Satelit9.com,Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan kenaikan laba setelah pajak sebesar 22,16 persen yaitu senilai Rp1,1 triliun per 31 Desember 2011 dari posisi Rp916 miliar pada 2010.
    "Ini adalah tahun pertama kami mendapat laba di atas Rp1 triliun, hasil ini sesuai dengan affairs restrukturisasi sumber daya manusia serta perbaikan teknologi dan manajemen yang kami lakukan," kata Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/2).
    Keuntungan tersebut menurut Iqbal berasal dari pertumbuhan "current annual extenuative account" yaitu jumlah giro dan tabungan yang lebih tinggi dibanding dengan 2010 sehingga menghasilkan biaya yang rendah dan perbaikan Non Performing Loan (NPL).
    Dana pihak ketiga (DPK) Bank BTN tumbuh 30,34 persen menjadi Rp61,9 triliun dari nilai Rp47,5 triliun, DPK tersebut ditopang dari tabungan, giro dan deposito nasabah sementara NPL pada 2011 terjaga pada posisi 2,75 persen, membaik dibanding 2010 yang sebesar 3,26 persen.
    "DPK tumbuh karena affairs rasionalisasi kantor kas dan kantor cabang, affairs 'priority banking' dan penyempurnaan teknologi," tambah Iqbal.
    Komposisi DPK semakin baik karena menurut Iqbal persentase deposito turun menjadi 54,87 persen dari 66,27 persen, tabungan naik menjadi 23,91 persen dari 22,84 persen dan giro menjadi 21,22 persen dari 10,89 persen.
    Per 31 Desember 2011, penyaluran kredit Bank BTN juga tumbuh 23,31 persen pada 2011 yaitu mencapai Rp63,6 triliun dari Rp51,5 triliun pada 2010, komposisi kredit berasal dari kredit perumahan (87,62 persen) dan kredit non-perumahan (12,38 persen).
    "Pertumbuhan kredit pada awal tahun terhambat karena masalah pada Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, namun hasil 23 persen sudah kamianggap baik," tambah Iqbal.
    Khusus untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BTN mengaku bahwa sudah menandatangani perjanjian kerja sama operasional (PKO) dengan Kementerian Perumahan Rakyat dengan komposisi pembiayaan pemerintah dan BTN 50:50 dan absolute dana Rp1 triliun.
    Iqbal mengaku BTN setuju untuk skema FLPP karena melihat jumlah kredit yang dikucurkan dapat dikendalikan dan tidak perlu berasal dari sumber dana jangka panjang.
    "Target FLPP pada 2011 adalah 16 ribu assemblage dengan dana Rp500 miliar dari BTN dan Rp500 miliar dari affairs FLPP sehingga tidak perlu obligasi jangka panjang, realisasi ditargetkan selesai pada April 2011, namun dengan tambahan aturan yaitu tidak berlaku bagi rumah di bawah tipe 36 dan harga rumah tidak lebih dari harga Rp70 juta," kata Direktur Consumer Banking Bank BTN Irman A Zahiruddin.
    Irman mengaku bahwa sejak affairs FLPP dihentikan yang pada Desember 2011, BTN menerima akad (dana nasabah yang setuju mengambil KPR lewat Bank BTN) sebesar Rp825 miliar, dana tersebut akan dikaji hingga 31 Maret 2012, backbone yang memenuhi aturan baru.
    "Bila di luar aturan yang berlaku maka kami akan memberikan bunga spesial yaitu bunga tetap selama 2 tahun sebesar 8,5 persen sementara untuk rumah dengan nilai di atas Rp250 juta dikenai bunga 7,49 persen," tambah Irman.
    Sedangkan aset Bank BTN tumbuh 30,32 persen menjadi Rp89,1 triliun dari posisi Rp68,4 triliun dan diproyeksikan melebihi Rp100 triliun pada akhir 2012.
    Rasio kecukupan modal (CAR) per 31 Desember ialah 15,03 persen sedangkan net absorption allowance (NIM) adalah 5,75 persen dari 5,93 persen pada 2010
    Komentar
    • Laba Bank Tabungan Negara Tahun 2011 Rp1,1 triliun

    Terkini

    Topic Popular