![]() |
| Tentara As |
Satelit9.comWashington-Panglima tentara Amerika Serikat dalam wawancara untuk ditayangkan pada Minggu menyatakan percaya bahwa terlalu dini mengambil tindakan tentara terhadap Iran untuk menanggapi kegiatan nuklir mereka.
Jenderal Martin Dempsey, Kepala Staf Gabungan, kepada acara Fareed Zakaria GPS jaringan berita CNN juga menyatakan hukuman ekonomi harus diberi kesempatan dan Amerika Serikat serta sekutunya harus lebih siap untuk pilihan pengerahan militer.
"Saya pikir masih terlalu dini memutuskan pilihan dengan cara militer," kata Dempsey, menurut kutipan dari wawancara itu, yang disiarkan CNN.
"Saya pikir hukuman ekonomi dan kerja sama antarbangsa, yang kami sudah capai dengan hukuman (embargo) itu mulai berpengaruh," tambahnya.
Dalam beberapa pekan belakangan, ada dugaan bahwa Israel semakin dekat dengan keputusan menyerang Iran. Serangan yang diharapkan untuk mendahului kesiapan sarana nuklir milik Iran. Kendati Israel membantah akan melakukan tindakan agresi militer itu.
Ketegangan Iran dan Israel meningkat, setelah kapal perang Iran memasuki Laut Tengah melalui Terusan Suez untuk menunjukkan kekuatan. Tindakan yang membuat Israel harus melakukan pemantauan ketat.
Amerika Serikat, dan negara Barat lain, serta Israel percaya bahwa Iran berusaha membuat bom nuklir. Tudingan yang selalu ditolak oleh Iran, dengan alasan nuklir digunakan Teheran untuk tujuan damai.
Iran pada pekan lalu juga menyatakan siap melanjutkan pembicaraan tentang nuklir, setelah sebelumnya mandek, kendati disambut dengan penuh kehati-hatian oleh pihak Amerika Serikat dan Uni Eropa
