![]() |
| Militer Somalia |
Satelit9.com,Mogadishu-Ratusan orang Somalia meninggalkan rumah mereka Kamis karena khawatir akan pertempuran setelah pasukan Uni Afrika (AU) menyerang posisi milisi Al-Shabaab di daerah pinggiran Mogadishu, ibu kota Somalia.
Sejumlah kendaraan yang bermuatan penuh bergerak menuju kota itu dari daerah-daerah Elashabiyaha dan KM13 di luar Mogadishu, ketika pasukan AU memasuki posisi yang mereka break dari gerilyawan yang terkait dengan Al-Qaida itu pekan ini setelah pertempuran hebat.
"Ratusan pengungsi kembali lagi ke Mogadishu karena khawatir akan pertempuran di koridor Afgoye," kata Moalim Abudule, seorang pejabat daerah, kepada wartawan.
"Kami menerima banyak pengungsi di sini di distrik Dharkinley, namun sayangnya kami tidak memiliki tempat perlindungan yang layak untuk membantu mereka," katanya.
Banyak penduduk Mogadishu lari ke daerah Afgoye, yang kata PBB merupakan tempat pengungsian terbesar dunia, setelah pertempuran sengit antara pasukan AU dan gerilyawan Al-Shabaab dalam beberapa tahun terakhir ini.
Pasukan AMISOM yang berkekuatan 10.000 orang berperang untuk mengamankan Mogadishu, enam bulan setelah Al-Shabaab meninggalkan pangkalan mereka di sana dan melakukan perang gerilya, termasuk serangan-serangan bom bunuh diri dan bom mobil.
Somalia dilanda kelaparan parah tahun lalu akibat kekeringan terburuk yang terjadi negara itu, dan PBB telah mengumumkan Mogadishu dan empat wilayah Somalia selatan sebagai zona kelaparan serta memperingatkan bahwa kelaparan bisa meluas ke seluruh penjuru negara itu.
Kondisi itu diperumit oleh bentrokan-bentrokan yang terus terjadi antara pasukan Somalia serta Uni Afrika sekutunya dan gerilyawan Al-Shabaab.
Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Selain perompakan, penculikan dan kekerasan mematikan juga melanda negara tersebut
