![]() |
| pascakonflik di Kabupaten Tolikara |
Satelit9.com,Jayapura-Polda Papua menambah personil ke Kabupaten Tolikara untuk mengamankan kawasan itu pascakonflik.
Wakil Kepala Polda Papua Brigjen Paulus Waterpauw di Jayapura, Kamis (1/2) malam, mengakui sebanyak 65 anggota Brimob telah dikirim ke Tolikara untuk membantu polres setempat dalam menangani konflik di pedalaman Papua itu.
Menurutnya, untuk sementara pihaknya sudah berhasil mengamankan situasi di kawasan itu, namun anggota kepolisian tetap bersiaga. Selain itu pihaknya juga melakukan pendekatan dan berkoordinasi dengan para pejabat pemda, muspida, tokoh agama, tokoh adat, dan salah satu kandidat peserta pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) Jhon Tabo.
Dari hasil koordinasi itu pihaknya meminta agar calon bupati petahana, yakni Jhon Tabo, untuk menahan diri dan meminta kepada pendukungnya tidak melakukan aksi kekerasan. "Jhon Tabo berjanji untuk meminta pendukungnya menahan diri, mengingat Karubaga yang merupakan ibu kota Tolikara dikuasai pendukungnya," ungkap Waterpauw.
Ketika ditanya tentang penyebab terjadinya konflik di Tolikara, Wakil Kepala Polda Papua mengakui dari hasil penyelidikan awal kasus itu bermula dari pengumuman komisi pemilihan umum (KPU) serta akibat berlarutnya rencana pelaksanaan pemilu kada.
Para pendukung merasa tidak puas sehingga muncullah konflik yang menewaskan dua orang, 50 orang luka luka, 10 rumah dibakar termasuk dua kantor, yakni BPS Tolikara dan PPD
