![]() |
| Susilo Bambang Yudhoyono |
Satelit9.com,Jakarta-Dinamika politik yang terjadi di Partai Demokrat diprediksi tidak akan pulih dengan cepat jika Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Presiden Indonesia masih bersikap tidak tegas terhadap partainya sendiri. Figur pemimpin dalam diri SBY akan luntur, karena rakyat tidak melihat kehadirannya menahkodai bangsa tapi sebagai pimpinan partai saja.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Donny Gahral mengatakan dalam sejarah Indonesia, SBY adalah orang pertama yang mengeluh kepada rakyat akan betapa sulitnya memberantas korupsi di negeri ini. Salah satu contoh habisnya tenaga SBY adalah dengan mengundang para pimpinan redaksi media massa untuk menyampaikan keluhannya tersebut.
"Sebagai figur pemimpin, SBY harusnya selesaikan masalah yang ada di masyarakat, seperti konflik Bima, Mesuji, penderitaan para petani yang terimbas oleh impor dan lain sebagainya. Ini masih sibuk ngurus partai, sampai harus mengundang para pimpinan redaksi," kata Donny , Kamis (16/2).
SBY dinilai Donny telah kehabisan akal sampai harus mengeluhkan kepada publik beratnya masalah yang mengelilinginya sebagai seorang presiden atau pimpinan partai. Namun Donny melihat alasan itu digunakan SBY sebagai sebuah ungkapan sulitnya mencopot Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang kemudian mengunakan alasan sulitnya memberantas korupsi di seluruh Indonesia.
"Ini hanya proyeksi dari keprihatinan batin SBY sulitnya mencopot Anas, alih-alih memberantas korupsi di seluruh Indonesia. Seorang pemimpin tidak bisa menyelesaikan masalah korupsi itu aneh," paparnya
