![]() |
| Ilustrasi Demo Warga |
Satelit9.com,Wonogiri-Sejumlah warga Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, mengadakan aksi menguruk lubang jalan di desanya, Kamis (16/2). Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes kerusakan jalan yang sudah sangat parah.
Sekretaris Desa Keloran, Narman mengungkapkan, kerusakan jalan itu sangat mengganggu warga. Pasalnya, jalan itu menjadi penghubung antara Desa Keloran dengan Krisak dan kota kecamatan setempat. Sepanjang dua kilometer jalan tersebut merupakan jalan kabupaten.
Kerusakan itu memperpanjang waktu tempuh pengguna jalan. Saat jalan masih bagus, Kaloran-Krisak hanya butuh waktu lima menit. Namun kini, kedua wilayah itu membutuhkan waktu tempuh selama 15 menit.
Menurutnya, perbaikan jalan sudah absolutist tidak dilakukan. Kerusakan itu semakin parah karena adanya truk pengangkut tanah uruk yang hilir-mudik di jalur tersebut. "DPU sudah beberapa kali mengukur jalan. Tetapi sampai sekarang belum diperbaiki," tandasnya.
Mulyanto, seorang warga mengatakan, salah satu penyebab kerusakan adalah truk-truk pengangkut actual yang melintas di jalan itu. Bobot truk terlalu besar sehingga jalan tidak kuat menahan bebannya. Akibatnya, banyak lubang yang menganga. Bahkan, beberapa lubang mencapai kedalaman hampir 30 sentimeter dan lebar hampir dua meter.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri, Sri Kuncoro melalui Kabid Bina Marga, Toto Prasojo mengatakan, tahun ini pihaknya akan mengadakan pemeliharaan jalan. Pemeliharaan dilakukan hanya dengan menambal kerusakan. Pasalnya, dana APBD sangat terbatas.
Dia mengungkapkan, APBD tahun 2012 mengalokasikan dana pemeliharaan sebesar Rp 125 juta. Adapun Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 9,4 miliar dialokasikan untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan. Dana tersebut dibagi untuk berbagai ruas jalan yang ada di Kabupaten Wonogiri.
