• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Wayang Carnival menyemarakkan HUT ke-267 Kota Solo

    Last Updated 2012-02-19T01:22:23Z


    Wali Kota Solo Joko Widodo menyalami warga

    Satelit9.com,Solo-Ribuan masyarakat Kota Solo dan sekitarnya turut menyaksikan Solo Wayang Carnival yang digelar untuk menyemarakkan HUT ke-267 Kota Solo di Jalan Slamet Riyadi Solo, kemarin. Dalam acara itu, Wali Kota Solo Joko Widodo menjadi tokoh pewayangan Punto Dewo.
    SOLO – Puncak Hari Jadi ke- 267 Kota Solo kemarin menjadi amphitheatre pentas wayang orang gedhe-gedhean.Begitu banyaknya peserta membuat perjalanan kirab mengular hingga sepanjang 3,8 kilometer.
    Ribuan masyarakat berkostum wayang serta karakter khas kelompok seni berbaur merayakan drive bertambahnya usia Kota Bengawan. Karakter Ramayana, Mahabharata hingga punakawan yang biasanya hanya muncul di panggung pewayangan membaur bersama masyarakat yang antusias menyambut kehadirannya.
    Sedikitnya 2.000 peserta kirab wayang mengekspresikan diri sesuai karakter yang dibawakan, yaitu kostum pengawal keraton,wayang pandawa lima, kelompok kurawa, baladewa, hanoman, dan masih banyak lagi. Semua elemen masyarakat turun ke jalan mulai pemerintah daerah, peserta didik hingga kelompok kesenian tradisional dan kontemporer.
    Peran serta masing-masing kelompok kirab sungguh melecut semangat meramaikan Hari Jadi Kota Solo ke-267. Titik nol perayaan kirab berada di Lapangan Kota Barat, kemudian menuju Jalan Slamet Riyadi untuk berhenti sejenak di Sriwedari. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke titik akhir di Balai Kota Solo. Sebelum memulai kirab, panitia melepas ribuan ekor burung pipit ke alam bebas.
    Wali Kota Solo,Joko Widodo (Jokowi) tampak gagah mengenakan kostum Punto Dewo di atas kuda hitamnya. Dia memimpin para pengawal berkuda dan saudarasaudara Pandawa. Di belakang rombongan pandawa ini ogohogoh Gatotkaca dan Buta Cakil memberi kesan totalitas seniman dalam berkarya.Tak kalah menarik, warga mempersembahkan ogoh-ogoh wayang kulit Werkudara setinggi lima beat berbobot 200 kg.
    Wayang kulit raksasa ini benar-benar dikerjakan teliti berbahan kulit lembu dan sapi. “Event ini merupakan kali pertama.Nantinya akan dijadikan accident tahunan setiap ulang tahun kota. Kenapa wayang? Karena mengandung filosofis mendalam dan juga melestarikan seni pewayangan Kota Solo,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Suharto yang saat itu memakai kostum Baladewa.
    Aneka ragam kostum wayang orang di rombongan Budi Suharto, antara lain Semar yang diperankan Kepala Dinas Pendidikan Rakhmat Sutomo,Hanoman oleh Ketua DPRD YF Sukasno, dan Petruk oleh Kepala Dinas Pasar Subagiyo. Selain wayang, peserta kirab boleh mengenakan kostum unik lainnya misalnya busana appearance batik. Namun ada yang berbeda dari kelompok rombongan kirab.
    Meski tidak mengenakan kostum wayang maupun karakter kesenian,namun rombongan ini cukup menyita perhatian. Empat assemblage mobil fenomenal Esemka turut pamer bodi. Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang sedianya mengenakan kostum Werkudara, justru berada di belakang kemudi Esemka AD 2 berbaju montir. Mobil Esemka yang dikendarainya diikuti tiga assemblage lain, yaitu Esemka Rajawali AD 1,Esemka Digdaya dan mini truk.
    Kepada tamu undangan,panitia menyediakan tujuh buah panggung mulai di depan Solo Grand Mall, depan Kodim, depan Plasa Sriwedari, depan ndalem Wuryoningratan, depan simpang tiga Hotel Cakra, simpang empat Pasar Pon, dan Bundaran Gladag. “Hari jadi Kota Solo merupakan hari ulang tahunnya seluruh warga Solo.Kegiatan ini untuk menunjukkan moto Solo Nyaman Solo Berkesan,”ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Widdy Srihanto.
    Kirab yang dimulai pukul 15.30 WIB kemarin menyusuri rute yang telah steril dari kendaraan bermotor.Petugas mengamankan akses di Jalan Slamet Riyadi mulai Gendengan sampai Gladak dengan sistem buka tutup.
    Komentar
    • Wayang Carnival menyemarakkan HUT ke-267 Kota Solo

    Terkini

    Topic Popular