![]() |
| sebuah truk menabrak terowongan |
Bus yang mengangkut 52 orang yang kebanyakan anak-anak sekolah berusia sekitar 12 tahun dari Lommel dan Heverlee di Flanders, menabrak pada Selasa (13/3) malam di wilayah Valais yang berbatasan dengan Italia.
“Kejadian ini akan sangat mengejutkan seluruh penduduk Belgia ketika mereka bangun pagi ini dan mendengar berita yang sangat menyedihkan ini,” ujar Menteri Luar Negeri Belgia, Didier Reynders pada radio Prancis, Europe 1.
Bus yang kembali ke Belgia dari acara liburan di kamp ski di Val d'Anniviers, resor ski di Valais. Bagian depan bus ketiga hancur berantakan.
Tabrakan ini adalah salah satu yang terburuk sejak tahun 1982 ketika 39 turis Jerman meninggal di jalur kereta api saat sebuah bus melintasi jalur itu dan dihantam kereta.
Dua puluh empat anak yang naik bus tersebut terluka, sebagian luka serius dan telah dilarikan ke rumah sakit. Bus itu melewati jalan tol menuju Sitten dari Sider ketika mobil itu menabrak dinding terowongan.
Dua pengemudi bus juga meninggal. Menurut polisi, penyebab kecelakaan itu belum diketahui. Sekitar 200 petugas penyelemat bekerja sepanjang malam di lokasi kecelakaan, sementara 12 ambulans dan delapan helikopter membawa korban luka ke rumah sakit.
Kementerian pertahanan Belgia mengatakan akan menyediakan dua pesawat untuk keluarga korban untuk bisa terbang ke Swiss pada hari Rabu (14/3).
Daerah pegunungan Swiss memiliki sejarah tabrakan yang mematikan. Pada 2005, sebuah bus jatuh ke jurang Valais, menewaskan 12 orang dan 15 orang lainnya cedera. Pada 2001, sebuah truk menabrak terowongan Gotthard yang berada di bawah Alpen, menyebabkan ledakan yang membunuh 11 orang.
