• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    4 tips mengatasi anak yang rewel

    Last Updated 2012-03-09T16:40:29Z


     anak yang rewel

    Satelit9.com,Jakarta-Kita sering melihat situasi seperti ini. Di supermarket, seorang anak menangis dan berteriak-teriak merengek-rengek pada orangtuanya. Satu sisi kita kasihan pada orangtuanya, namun di sisi lain kita juga tidak bisa membenarkan jika anak seperti ini mendapat perlakuan keras.
    Namun apa yang akan terjadi jika situasi tersebut terjadi pada anak kita sendiri? Apakah kita akan membiarkan saja, membujuknya, atau memukul pantatnya?
    Kebingungan ini mungkin bisa terpecahkan oleh solusi yang ditawarkan Stacey Kaye, penulis dua buku bertema keluarga dan pengasuhan anak, Ready for the Day! A Tale of Teamwork and Toast, dan Hardly any Foot-Dragging and Ready for Bed! A Tale of Cleaning Up, Tucking In, and Hardly Any Complaining.
    Key menganjurkan bahwa orangtua perlu melepaskan ide untuk selalu mengontrol anaknya. “Kita tidak bisa mengontrol anak kita namun orangtua bisa mengatur harapannya.”
    Berikut tips mengatasi anak yang rewel:
    1. Melibatkan dalam menentukan pilihan
    Jika Anda ingin mengajak anak ke pasar atau berbelanja, sampaikan tujuan Anda. Misalnya,”Kita akan pergi ke pasar untuk membeli susu, telur, dan yogurt.” Atau sampaikan bahwa Anda harus belanja cepat hari ini, dan perlihatkan dengan membawa keranjang belanjaan yang kecil, dan bukannya kereta dorong yang besar.
    Menurut Kaye, sangat penting untuk mendorong anak memiliki pilihan. Misalnya tawarkan apakah ia mau naik ke kereta dorong atau berjalan di samping Anda, atau membeli sayura timun atau tomat. Dengan memberi pilihan, cara ini akan mendorong anak merasa dihargai pilihannya.
    “Memberi pilihan, menerima pilihannya, dan mendorong anak untuk berpartisipasi saat menjelang tidur, waktu mandi, dan rutinitas bersih-bersih, adalah salah satu cara,” kata Kaye.
    2. Memberi contoh
    “Dukung perilaku positif daripada mengkritik perilaku negatif – lihatlah sisi yang baik,” ujar Kaye merekomendasi. Lagi pula, Anda ingin mereka mengulang perilaku ini dan membuat mereka merasa senang. “Wah, lihat kamu cepat sekali ya mandinya,” ujar Kaye memberi contoh.
    Yang batten penting adalah orangtua bisa memupuk hubungan yang saling menghargai dan positif bagi anak Anda. Orangtua perlu ingat bahwa kata disiplin berarti bimbingan, panduan, bukan hukuman. Sudah menjadi tugas orangtua untuk mengajari mereka perbedaan baik dan salah, dan mereka tidak perlu harus merasa bersalah selama proses pembelajaran itu.
    3. Jangan memberi ancaman
    Kita sering mendengar orangtua yang memberi ancaman pada anaknya. Misalnya, “Jika kamu tak bersikap baik, nanti kamu tidak boleh bersepeda.”
    Sebenarnya tak masalah untuk mengajarkan anak bagaimana mengatasi kekecewaan. Kita harus bisa mengajarkan untuk bisa menerima bahwa semua hal tidak bisa sesuai kemauan mereka. Tentu saja ini memerlukan kesabaran. Contohnya ada saja orangtua yang memberikan sekotak sereal untuk menghindarkan anak berteriak-teriak. Lebih baik Anda tunggu sampai mereka tenang, dan saat itulah mereka akan memahaminya.
    4. Tetap tenang dan sabar
    Anak-anak sering bertingkah menguji kesabaran, terutama di publik. Saran Kaye, jika anak Anda bertingkah, biarkan dulu. Tentu saja jika ia membaut keributan di tempat yang tenang seperti perpustakaan, ajak dia keluar dulu dengan tenang. Jangan dengan suara penuh kemarahan. Perlihatkan bahwa Anda memang peduli.
    Tetaplah tenang, kuat, dan katakan pada diri sendiri bahwa situasi ini akan berlalu. Jika Anda marah atau sedih, ini akan menambah kekuatan bagi sikapnya yang rewel. Jangan merasa malu. Orang yang lewat akan memahami dan menghargai sikap tenang dan kontrol Anda.
    Komentar
    • 4 tips mengatasi anak yang rewel

    Terkini

    Topic Popular