![]() |
| Ipsindo |
Satelit9.com,Jakarta-Sopir angkutan umum yang menamakan diri Ikatan Persaudaraan Sopir Indonesia (Ipsindo) mengancam akan melakukan mogok massal pada 1 April nanti jika pemerintah benar-benar menetapkan kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak).
Ancaman mogok massal itu diungkapkan belasan sopir, mewakili ratusan sopir yang tergabung di Ipsindo dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Terminal Kampungmelayu, Jakarta Timur, Selasa (27/3).
Ketua Umum Ipsindo Ridwansyah menjelaskan ada sekitar 2000 angkutan kota mulai dari mikrolet, metromini dan kopaja di Jakarta yang tergabung dalam Ipsindo. Sementara di seluruh Indonesia, ia memperkirakan ada jutaan sopir angkutan umum.
Menurut Ridwan, mereka sudah sepakat akan mogok massal jika BBM benar-benar naik. "Kenaikan harga BBM sangat memberatkan kami, sopir angkutan umum," ujar Ridwan dalam orasinya.
Menurut Ridwan dalam sehari, sopir angkutan umum mampu menghabiskan 40 liter BBM dan hanya berpendapatan rata-rata Rp 50.000 perhari. Jika harga BBM dinaikkan Rp 1.500, maka sopir angkutan umum harus mencari tambahan dana sebesar Rp 60.000.
"Untuk memenuhi target setoran saja, kami sering kali tak mampu," kata Ridwan.
Apabila BBM jadi dinaikkan, para sopir ini mengaku makin terimpit. Karenanya, Ipsindo menyerukan mogok besar-besaran jika pemerintah tetap menaikkan harga BBM. "Kalau kami mogok, maka aktivitas perekonomian bisa lumpuh," katanya.(col)
