![]() |
| Kepanikan Bom bunuh diri di Somalia |
Sebelumnya kelompok ini juga diduga terlibat dan bertanggung jawab atas serangan bom granat di Kenya pada beberapa hari lalu pada Senin (12/3).
Namun juru bicara operasi militer Al-Shabaab Sheikh Abu Abdiasis Musab menyatakan aksi tersebut merenggut sedikitnya 17 orang tewas dan 30 orang terluka dalam aksi tersebut. Sedangkan juru bicara Kepolisian Somalia Kolonel Abdullahi Barise membantah laporan tersebut dan menyatakan 5 orang tewas dan 10 orang terluka.
Pihak kepolisian Somalia menuduh Al-Shabaab membesar-besarkan jumlah korban tewas dalam aksi bom bunuh diri tersebut untuk menebar ancaman dan seolah ingin membuat pemerintah Somalia takut sehingga berhenti memerangi kelompok tersebut.
Sekalipun pasukan Uni Afrika dan militer Somalia berhasil memaksa kelompok ini keluar dari Somalia, namun serangan dan aksi bom tetap saja dilancarkan kelompok ini bahkan semakin gencar. Kelompok ini berjanji akan melancarkan aksi yang lebih keras sebagai balasan atas serangan pasukan Uni Afrika, militer Kenya, Ethiopia, dan Somalia.
