![]() |
| Istimewa |
Satelit9.com,Korut-Korea Utara telah menguji tembak dua rudal jarak pendek di lepas pantai barat pekan ini.
Aksi ini muncul seolah mengabaikan kegusaran internasional terhadap rencananya untuk peluncuran roket jarak jauh.
Seperti dikutip media di Seoul, Korea Utara tampaknya menembakkan dua rudal KN-01 dari darat ke kapal, dengan jarak hingga 120 kilometer (75 mil). Uji coba itu ditembakkan pada hari Kamis dari pangkalan rudal dekat pelabuhan barat, Nampo.
Surat kabar itu mengutip seorang pejabat pemerintah Seoul yang tak disebut namanya, mengatakan bahwa peluncuran itu tampaknya bertujuan untuk meningkatkan kinerja proyektil, dan tidak terkait dengan peluncuran roket yang dijadwalkan bulan depan.
Surat kabar Joong Ang Ilbo memuat laporan yang sama, tetapi mengatakan peluncuran itu dilakukan pada Rabu.
Kementerian pertahanan Korea Selatan menolak mengonfirmasi laporan tersebut.
Latihan Rutin
Korea Utara sering melakukan uji coba rudal jarak pendek, dilakukan bertepatan dengan ketegangan hubungan dengan barat.
Para pengamat mengatakan, pemimpin baru, Kim Jong-Un tengah berusaha untuk memoles identitas militer, dengan melakukan uji tembak rudal jarak pendek sejak kematian ayahnya, Kim Jong-Il.
Korea Utara dilaporkan melakukan uji tembak rudal jarak pendek di lepas pantai timurnya pada 19 Desember, pada hari yang sama saat kematian Kim Jong-Il diumumkan.
Pada 13 Januari pejabat Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara menembakkan tiga rudal jarak pendek di lepas pantai timurnya, saat melakukan latihan rutin.
Menurut sebuah surat kabar Jepang Kamis, yang mengutip satu sumber yang dekat dengan Pyongyang, Korea Utara telah mulai mengisi bahan bakar roket untuk meluncurkan, yang dianggap Barat sebagai uji coba rudal.
"Peluncuran akan semakin dekat. Kemungkinan besar tanggal peluncuran akan ditetapkan pada 12 atau 13 April," kata sumber itu.
Surat kabar itu mengutip sumber yang mengatakan bahwa Korea Utara telah mulai menyuntikkan cairan bahan bakar ke roket.
Koran ini juga mengatakan bahwa sebuah sumber diplomatik mengkonfirmasi bahwa Korea Utara memindahkan roketnya ke landasan peluncuran di Tongchang-ri, yang berada di barat laut jauh negara itu.
Bantuan Pangan Dibatalkan
Laporan itu muncul setelah Korea Utara, bersikeras akan melanjutkan apa yang dikatakannya adalah peluncuran satelit, mengabaikan telepon dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama, untuk tidak melanjutkan rencana dan menuduhnya sebagai pola pikir konfrontatif.
Amerika Serikat menunda rencana mengirim bantuan pangan ke Korea Utara, dan mengatakan negara itu telah melanggar janji, untuk menghentikan peluncuran rudal dan tidak bisa dipercaya untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkannya, kata seorang pejabat Pentagon.
Barat dan Asia, mendesak Pyongyang untuk membatalkan peluncuran roket, yang dipandang sebagai dalih untuk pengujian rudal berteknologi balistik.
Sementara di Wina, Badan nuklir PBB, mengatakan masih melakukan perundingan dengan Korea Utara tentang peluang kunjungan para pengawas, meskipun Amerika Serikat menangguhkan rencana mengirim bantuan pangan.
"Konsultasi sedang berlangsung," kata juru bicara Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Gill Tudor kepada AFP melalui email.
"Tidak ada keputusan terkait kunjungan tersebut, termasuk apakah (pimpinan IAEA Yukiya Amamo) akan berkunjung atau tidak."
Pada akhir Febuari, Washington meluncurkan sebuah kesepakatan, bahwa Pyongyang menghentikan uji coba nuklir dan program pengayaan uranium, sebagai imbalannya Amerika Serikat akan mengirimkan 240.000 ton bantuan pangan.(sbk)
