![]() |
| Ilustrasi |
Satelit9.com-Nama Monas hari-hari ini dibebani muatan politis. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum memilih digantung di Monas jika terbukti ikut korupsi dalam proyek pusat olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat pada Jumat (9/3) Anas menegaskan tidak terlibat kasus korupsi proyek Hambalang seperti yang sering diungkapkan terdakwa Nazaruddin di Pengadilan Tipikor Jakarta.Anas Urbanigrum vs Nazarudin. Akhir akhir ini media massa di buat heboh oleh salah satunya adalah berita tentang Nazaruddin yang menantang Anas Urbaningrum untuk ber Sumpah Pocong untuk membuktikan kebenaran ucapannya
Inilah tanggapan-tanggapan dari masyarakat indonesia mengenai hal itu...
Sudjiwo Tedjo, misalnya, mengatakan dalam akun Twitter-nya, @sudjiwotedjo. “Cukup sudah Jakarta punya hantu Pondok Indah, Hantu Jeruk Purut, Hantu Cassablanca, jangan nanti ditambah2 lagi dengan Hantu Monas.”
Lain lagi dengan Butet Kartaradjasa, melalui akun Twitter-nya @masbutet, budayawan yang terkenal dengan aksi-aksi monolognya itu mengatakan, “Asal muasal MONAS ternyata bukan singkatan Monumen Nasional. Tapi dari reaksi heran seorang tukang tadah: ‘Mosok ta Nas?”
Banyak reaksi yang sifatnya memberi dukungan terhadap Anas. Tapi tak sedikit pula yang memilih mencatatnya sebagai janji Anas. ‘Catat’ atau ‘Twittermu adalah harimaumu’, bunyi dua kicauan di antaranya.
Fadjroel Rachman, seorang aktivis, dalam akun Twitter-nya, @fadjroel, membalas dengan sebuah nazar. “Karena @anasurbaningrum siap digantung di Monas kalau korupsi Rp.1. Saya siap dibotak deh di Monas kalau anas jd tersangka @KPK_RI. Ikut?”
Ajakannya itu segera direspons atau di-reetwet sejumlah followers-nya yang menyatakan siap bergabung dalam aksi botak tersebut. “Ikut mantap bang,” kata Musriadi M. dalam akun @MusriadiWest.
Tantangan lain juga muncul dari Irfan Wahidi melalui akunnya, @irfanwahidi60, menyatakan “klau brsih tlong buktikan bhwa rmh, mbl dan harta anda lainnya yg diatas 10 M bukan dperoleh dr manipulasi sbg politikus.”
“Udah sumpah pocong ajah,” kata mamak thok dalam akunya @mamakthok. Rizal Mustary “Setuju, tembak koruptor,” katanya dalam akun @rizalmustary.
Meski telah menjadi perbincangan luas, pernyataan Anas tidak digubris oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan KPK akan tetap mengusut tuntas kasus korupsi proyek ini.ambang menuturkan KPK harus profesionalitas. Menurut dia, lembaga antikorupsi itu akan membuktikan kasus yang ditanganinya bila sudah cukup bukti. “Dengan dua alat bukti, tidak lebih dari itu,” katanya.
Sebelumnya KPK berencana memeriksa Anas dalam proyek Hambalang setelah dilakukannya ekspose pada Kamis, 8 Maret 2012. KPK sendiri sudah tiga kali menggelar ekspose dalam tahap penyelidikan proyek tersebut.
Proyek Hambalang berbiaya Rp 1,2 triliun menyeret nama Anas setelah ada pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Nazaruddin membeberkan ihwal keterlibatan Anas di proyek pusat olahraga pada 2010 itu.
Pernyataan Nazaruddin kembali disampaikan dalam persidangannya kala menjadi terdakwa suap Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Nazaruddin mengatakan duit proyek Hambalang sebesar Rp 50 miliar mengalir ke Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010. Uang itu disebutnya untuk pemenangan Anas sebagai Ketua Umum Demokrat.Anas boleh saja membantah menerima uang haram proyek Hambalang. Nazaruddin bisa saja disumpah pocong. Kini neraca hukum sepenuhnya dipegang KPK.
Kita ingatkan KPK agar tidak terpengaruh oleh pernyataan politik Anas. Juga tidak termakan oleh pernyataan Nazaruddin. Justru pernyataan politik itu harus ditransformasi menjadi fakta hukum di persidangan. Nazaruddin sudah mengungkit banyak aib Anas di pengadilan maka akan lebih bijak jika Anas membersihkan diri di persidangan.
Ketua KPK Abraham Samad menegaskan kasus Hambalang sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Artinya sudah ada tersangka.
Kita yakin KPK di bawah pimpinan Abraham Samad tidak mengenal kompromi dan transaksi. Apalagi menelan ludah sendiri.
mau dibawa kemana negri ini kalau petingginya seperti itu semua???Huh............
