| Bersepeda Ke kantor |
Satelit9.com,HARI gini naik sepeda?” Begitulah reaksi yang mungkin akan Anda temui saat teman sekantor tahu, Anda baru saja mengayuh kereta angin dari rumah menuju kantor. Belum lagi Anda harus menerima tatapan mereka yang campur aduk antara kaget, heran, kagum, atau malah kasihan. Tetapi, jangan terlalu diambil hati!
Lihat di sekeliling kita. Setiap hari ada puluhan atau ratusan orang bersepeda ke tempat kerja. Motivasi mereka bermacam-macam. Ada yang ingin menghemat ongkos transportasi, berolahraga, sekadar hobi, atau malah berpartisipasi mengurangi polusi udara.Bersepeda menjadi salah satu alternatif yang positif dalam penghematan terhadap penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) dan bahaya polusi akibat asap kendaraan bermotor.
Namun, ada sebagian orang di kota besar yang menjajal alternatif gowes sepeda menuju kantor dengan motivasi mengatasi kemacetan arus lalu-lintas kendaraan. Meskipun banyak orang bilang itu nekat, tetapi mereka yakin justru dengan sepeda yang tepat, perjalanan sejauh apa pun bakal terasa menyenangkan. Tidak harus sepeda yang mahal. Asal enak dikendarai, nyaman di hati, dan tentu saja harganya pas dengan kondisi dompet.
Para pencinta sepeda percaya apa pun jenis dan merek sepeda, semua bagus dijadikan alat transportasi. Sebab, hampir seluruhnya telah dirancang agar nyaman dipakai. Hanya pemakaian sepeda harus disesuaikan dengan fungsi.
Khusus pemakaian di kota besar, seperti Jakarta, dibutuhkan jenis sepeda tertentu. Bersepeda di Jakarta harus lincah dan mampu menyalip di antara laju kendaraan bermotor. Maklum, lalu-lintas kota tak ramah, sering membuat pengendara sepeda layaknya “warga negara kelas dua”. Para pengguna sepeda kerap tidak dipedulikan pengguna jalan lain. Belum lagi mereka harus berhadapan dengan aspal berlubang, genangan air, atau banjir.
Menyusul rencana kenaikan BBM, kita ajak masyarakat untuk bersepeda. Dengan Sepeda kita tidak ambil pusing rencana kenaikan BBM. Mari para pejabat seluruh Indonesia juga naik ontel agar lebih ngirit BBM. Tidak sulit kok menghadapi kenaikan BBM, asal kembalikan pada kehidupan yang sederhana.