![]() |
| Ani Yudhyono |
Tim Dokter Kepresidenan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (15/3) sore, menyampaikan, dari hasil pemeriksaan lanjutan yang dijalani Ani Yudhoyono ditemukan batu kandung empedu disertai radang kandung empedu.
"Tindakan yang direncanakan adalah pengangkatan kandung empedu beserta batunya pada Jumat hari ini, 16 Maret 2012 di RSPAD Gatot Soebroto," ucap Dokter Kepresidenan Brigjen Aris Wibudi.
Ani Yudhoyono sendiri mendapatkan perawatan di RSPAD Gatot Soebroto sejak Kamis pukul 10.00 WIB. Di mana, perawatan ini untuk persiapan tindakan operasi besar.
Jenderal bintang satu ini menambahkan, kondisi Ibu Ani sangat baik saat ini. Terkait keluhan apa yang diderita sebelum menjalani perawatan, Dokter Aris enggan memberikan keterangan lebih detail.
"Tidak usah yah. Saya pikir statement ini sudah cukup supaya masyarakat tidak bingung," tukasnya yang mengaku gejala ini baru saja dialami Ani Yudhoyono baru-baru ini.
Meski mendapatkan perawatan intensif, tapi dirinya mengatakan Ibu Negara masih bebas untuk dikunjungi.
Sementara, terkait kegiatan chek-up kesehatan yang dilakukan Ibu Ani dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rabu (14/3) pagi kemarin, Dokter Aris mengatakan, itu termasuk rangkaian pemeriksaan berkala yang sudah rutin dilakukan.
Sehingga, ini tidak berkaitan dengan perawatan yang dulu. Seperti diketahui, akhir Desember 2011 lalu, Ani Yudhoyono sempat dirawat intensif selama lima hari di RSPAD Gatot Subroto akibat didiagnosa demam tifoid alias tifus.
Di sisi lain, menyangkut kunjungan kerja Presiden ke Beijing, Hong Kong, dan Korea pada 23-28 Maret mendatang, apakah harus ditunda mengingat Ibu Negara baru lekas pulih, Dokter Aris menyatakan, pihaknya tidak berada dalam posisi menentukan. "Jadi, kegiatan (kunjungan kerja) itu kan bukan urusan kedokteran. Kedokteran mengupayakan kesehatan Bu Ani seprima mungkin dan pulih secepat mungkin. Utamanya adalah kesehatan," ungkap dia.
Dikatakannya, kalau operasi yang akan didampingi oleh SBY ini berhasil, maka Ibu Negara bisa saja mendampingi Presiden SBY untuk melakukan kunjungan kerja ke tiga negara sekaligus. "Kalau operasi dengan tindakan sederhana berhasil, kan dalam dua hari akan sudah pulih. Makanya, kita butuh dukungan doa dari bangsa ini," tambahnya.
Adapun, operasi pengangkatan kandung empedu dan batu empedu yang membutuhkan waktu satu jam, menurut tim bedah yang terdiri dari Dokter Budiono, Dokter Ponco, dan Dokter Barlian, tidak berbahaya karena sudah dilakukan sejak tahun 1881. Di mana, jika operasi ini berhasil maka tidak diperlukan lagi perawatan khusus.
Sesuai Jadwal
Sementara itu, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha dalam pesan singkatnya mengatakan, kunjungan Presiden pekan depan tidak akan berubah dan masih akan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Dirinya pun memohon agar Ani Yudhoyono senantiasa diberi kesehatan. Tak lupa, Julian menyampaikan terima kasih atas perhatian serta doa yang diberikan kepada Ibu Negara.
Sebelumnya, Julian sempat membantah bahwa kabar yang menyebutkan Ani Yudhoyono mendapatkan serangan jantung adalah tak benar. ”Ibu Negara dalam keadaan sehat,” katanya. Rabu sore beredar rumor bahwa Ani Yudhoyono terkena serangan jantung
