![]() |
| Rapat Paripurna DPR |
Satelit9.com,Jakarta-DPR akhirnya memutuskan untuk menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya diberlakukan pada 1 April, besok. Meski itu merupakan hasil voting, keputusan tadi malam sebenarnya hanya sebuah basa-basi DPR agar terlihat pro rakyat.
"Meski itu hasil voting dari dua opsi yang, sebenarnya DPR itu memutuskan menunda kenaikan harga BBM karena situasi keamanan di beberapa daerah seperti Jakarta, Makasar dan Medan sudah sangat ricuh," terang pengamat politik Adrinof Chaniago Sabtu (31/3).
Adrinof menambahkan, DPR dalam hal ini memang bermain aman. Jika DPR tetap bersikukuh mengetok palu untuk menaikkan harga BBM, diyakini beberapa daerah di Indonesia semakin bergejolak.
"Tidak mungkin mereka menolak kalau cuma karena lobi-lobi itu. Ini lebih karena situasi di luar sudah sangat bergejolak," tambahnya.kepada satelit9.com
Seperti sebelumnya diberitakan, Paripurna DPR tadi malam akhirnya menyepakati opsi kedua yakni Pasal 7 ayat 6 tetap tidak berubah ditambah dengan ayat 6a jika ICP naik sebesar 15 persen dalam rata rata waktu 6 bulan dari asumsi makro ICP USD 105 per barel. Opsi ini mendapatkan 356 suara.
Opsi ini didukung oleh Fraksi Demokrat, Fraksi PAN, PPP dan PKB, minus Lily Wahid dan Effendy Choirie (Gus Choi). Sedangkan opsi pertama yakni pasal 7 ayat 6 tetap yang artinya tidak ada kenaikan BBM didukung Fraksi PKS dan Gerindra mendapat dukungan 82 suara. Fraksi PDI Perjuangan dan Hanura memilih walk out(col)
