![]() |
| TNI |
Apel siaga satu ini dilakukan karena untuk wilayah Yogyakarta sudah ditetapkan sebagai siaga 1 menyusul maraknya aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) April mendatang.
Komandan Korem 072 Pamungkas, Kolonel (Kav) Sumedy menyatakan status Siaga 1 ini diberlakukan terhitung mulai Kamis (22/3) kemarin hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.
"Dilakukan untuk mengecek kesiapannya dan memberi petunjuk-petunjuk yang diperlukan sesuai kebutuhan tugas yang akan diembannya," jelas Sumedy di Yogyakarta, Sabtu (24/3).
Sumedy menuturkan TNI berkepentingan dan terpanggil untuk menjaga serta melindungi bangsa dari berbagai bentuk ancaman. Penetapan status siaga bagi suatu wilayah dalam dunia militer merupakan tindakan yang harus dilakukan untuk menghindari gejolak di masyarakat.
Sumedy menolak anggapan bahwa penetapan status ini dinilai melampaui kewenangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat dimana tugas tersebut menjadi bagian dari fungsi Polri.
Selain itu, Danrem 072 Pamungkas juga menampik anggapan yang mengatakan TNI saat ini tengah dijadikan alat Presiden SBY untuk menekan lawan-lawan politik yang ingin menjatuhkannya.
"Kamtibmas merupakan domain dari Polri, tetapi Polri juga punya keterbatasan kemampuan yang tidak menutup kemungkinan akan meminta tugas perbantuan kepada TNI. TNI tidak berpolitik praktis dan senantiasa mendukung terciptanya suasana aman dan kondusif, guna terwujudnya pembangunan nasional. Untuk mewujudkan itu, maka TNI wajib menjaga keamanan negara," pungakas Sumedy
