![]() |
| Ilustrasi Stasiun Pengisian BBM |
Satelit9.com,Wonogiri-Janji Kapolres Wonogiri AKBP Ni Kethut Swastika untuk menemui pengusaha SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) terbayar sudah. Di Pendopo Kecamatan Wonogiri Kota, Kamis (29/3), Kapolres bersilaturahmi dengan pengusaha guna memberikan arahan menjelang rencana kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) pada 1 April mendatang .
Dalam silaturahmi itu, Kapolres AKBP Ni Kethut Swastika mewajibkan seluruh SPBU agar buka 24 jam pada H-1 hingga waktu yang tidak ditentukan. Ini dilakukan supaya tidak ada antrian panjang pembelian BBM.
“Sekaligus menghindari adanya praktik kecurangan SPBU, misalnya dari Pertamina didrop tanggal 31 Maret tentunya dengan harga lama, lalu pada malam harinya saat stok masih ada tiba-tiba ditutup untuk dijual lagi keesokan harinya, dengan harapan mendapat keuntungan besar,” terang Kapolres.
Perempuan asli Bali ini selanjutnya meminta pihak pengusaha meningkatkan kewaspadaan. Sebab, bukan tidak mungkin ada peluang tindakan kriminal menjelang pemberlakuan kenaikan tersebut.
“Juga kita tekankan bahwa batasan pembelian BBM adalah 50 liter, dan catatan pada tanggal 1 April kendaraan roda 4 ke bawah boleh membeli secara fulltank (satu tangki penuh), sedang untuk kendaraan di atas itu (roda lebih dari 4), tidak boleh,“ tandas Ni Kethut.kepada wartawan
Menanggapi itu, Mulyadi salah satu pengusaha SPBU meminta dispensasi bagi armada bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang notabene beroda 6 diperbolehkan membeli fulltank. “Masak saat start dari Wonogiri hanya dibolehkan mengisi separuh tangki misalnya, tentunya nanti di perjalanan harus melakukan pengisian lagi, padahal bisa saja kebijakan di daerah lain berbeda,“ pinta Mulyadi yang setelah dirembug segera diiyakan Kapolres.(sbk)
