![]() |
| Anas Urbaningrum |
Menurut pengamat politik UI, Iberamsjah, sikap yang dilakukan Anas menujukan kepanikan lantaran tidak dapat melepaskan diri dari sorotan masyarakat terhadap dugaan keterlibatan kasus suap wisma atlet. Seharusnya Anas bersedia bersaksi untuk Nazaruddin. Keengganan Anas bersaksi justru membuat dugaan ketelibatan Anas semakin dekat.
"Ya seharusnya dia (Anas) mau bersaksi. Dia tidak bisa memolak hadir bersaksi, kalau dia tidak bisa bersaksi itu menunjukkan dia bersalah. Seharusnya apapun Dia siap lakukan," ucap Iberamsjah.jumat (23/3)
Pernyataan berani memproklamirkan diri siap digantung di Monas juga semakin meyakinkan publik jika Anas terlibat dalam berbagai tindak pidana korupsi. Jika Anas merasa tak terlibat, lanjut Iberamsjah, seharusnya dia mengeluarkan pernyataan agar KPK memeriksa dengan pembuktian terbalik daripada pernyataannya bersedia digantung atau ditembak.
"Kalaupun dia mau menggantung diri, tali yang harus kita siapkan panjang sekali pastinya," sindir Iberamsjah.
Iberamsjah menjelaskan bahwa tak ada aturan Anas tak dapat dihadirkan bersaksi atau diperiksa di meja hijau, walaupun agenda jadwal pemerikaan perkara yang mendera suami Neneng Sri Wahyuni itu telah memasuki babak pemeriksaan terdakwa. Anas, tegasnya, masih bisa dihadirkan bersaksi sebelum putusan atas perkara yang mendera bekas bendum PD itu berakhir. Sebab, dalam fakta persidangan telah terungkap dari mulut sejumlah saksi terkait keterlibatan Anas dalam kasus korupsi.
KPK, ditambahkan Iberamsjah, harus memeriksa bekas aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini. KPK dianggapnya memperlambat proses pemeriksaan terhadap Anas. Meski begitu, Iberamsjah menyarankan agar pemeriksaan Anas dilakukan oleh pihak yang independen demi menghindari konflik kepentingan lantaran Anas berasal dari partai berkuasa.
"Kalau bisa dia diperiksa tim Independen, bisa dari kampus, yang penting independen. Kalau penyidik dari Kepolisian itu bisa bahaya. Keyakinan saya ada (penyidik yang bermain), misalnya Kapolri minta ini (proses penyelidikan Anas) dilemahkan bisa jadi penyidiknya jadi lemah, kaya kasus penyidik Broto Seno yang katanya pacaran sama Angie, itu kan bisa berpengaruh," bebernya.
Abraham Samad diyakininya tidak takut untuk memerika Anas, tapi yang dikhawatirkan justru penyidiknya. Karena itu, dia menyaraankan KPK memiliki penyidik sediri, bukan dari institusi lain.
Sementara itu, tim kuasa hukum Nazaruddin, Elza Syarief juga menyatakan kekecewaannya terhadap hakim, hakim tak memperkenankan menghadirkan Anas untuk bersaksi. Terlebih, kata Elza, pihaknya, telah berkali-kali meminta Anas untuk dihadirkan.
Tim kuasa hukum, kata Elza, tak dapat berbuat banyak dengan keputusan hakim. Padahal Tim Kuasa hukum Nazar sangan berkeinginan agar Anas dihadirkan dalam persidangan. Hal tersebut guna membuka tabir ketelibatan politisi PD itu dalam sejumlah kasus dugaan korupsi, seperti kasus korupsi Wisma Atlet atau Kasus korupsi Hambalang.
"Harusnya hakim yang panggil melalui jaksa, tapi hakim menolak usul kita, jadi tidak bisa apa-apa, bisa-bisa kita diusir hakim, sudah berkali-kali kita ribut sama hakim sampai diusir," sesal Elza.
Meski KPK belum membuat jadwal pemanggilan Anas, namun niat baik dari pemimpin KPK untuk menyelesaikan semua kasus-kasus besar yang melibatkan para maling kerah putih jelas disambut baik oleh masyarakat.
