![]() |
| Dwi Priyanto Korban Bom Rakitan |
"Tiga jari tangan kiri kecuali jempol dan kelingking yang sudah tidak utuh lagi, terpaksa diamputasi karena mengalami luka parah," kata Kepala Ruang Instalasi Rawat Intensif Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi Semarang Jati Listiyanto di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/3).
Ia mengatakan, Dwi dan Ngatemin, 40, dua korban ledakan yang dirawat di ruang instalasi rawat intensif dalam kondisi stabil dan diperkirakan dua hari ke depan sudah dapat dipindahkan ke ruang perawatan biasa. "Untuk penyembuhan jaringan lunak yang diderita korban ledakan dibutuhkan sekitar satu minggu," ujarnya.
Kedua korban akan mengalami cacat akibat ledakan bom rakitan. Namun, ujarnya, hal tersebut tidak membahayakan jiwa yang bersangkutan. Selain tiga jari yang diamputasi, Dwi menderita luka robek dan lecet pada wajah, lengan atas, dada, dan lutut. Sedangkan Ngatemin menderita luka lecet pada wajah, kedua lengan, serta kaki.
Berdasarkan keterangan tim dokter forensik yang menangani kedua korban ledakan bom rakitan, luka lecet dan robek pada korban timbul karena terkena serpihan pipa paralon serta beberapa material lainnya.
