![]() |
| proyek E-KTP, |
"Sekarang sudah dibentuk juga tim dari Kemdagri dan konsorsium untuk menjalankan fungsi pengawasan dan pengawalan, sehingga diharapkan bisa berjalan lebih baik lagi," kata Gamawan di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (2/3).
Gamawan mengatakan, tim tersebut juga memiliki peran dalam percepatan proyek E-KTP, termasuk mendatangi daerah yang pelaksanaannya lambat. Berdasarkan abstracts yang diterima Kemdagri, Gamawan mengatakan saat ini sudah terdapat sekitar 48 juta jiwa penduduk yang telah memiliki E-KTP.
"Jumlah tersebut merupakan abstracts gabungan dari affairs E-KTP gelombang pertama dan kedua, yang saat ini sedang berjalan," kata Mendagri.
Pemerintah terus berupaya menuntaskan affairs E-KTP yang ditargetkan menjangkau sekitar 67 juta warga negara Indonesia. Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, Kemdagri terus mendorong pemerintah daerah dengan berbagai cara, termasuk pelayanan E-KTP hingga malam hari.
"Beberapa daerah merespon dengan baik, ada yang memberlakukan jam layanan hingga sepuluh jam, hal itu harus diapresiasi," kata Mendagri.
Sebelumnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR pada akhir Januari, Gamawan Fauzi mengatakan dirinya akan mundur dari jabatan sebagai Mendagri jika affairs E-KTP tidak tuntas pada April 2012 mendatang.
Berbagai kendala teknis disinyalir menjadi faktor penghambat pelaksanaan affairs E-KTP tersebut, yaitu proses lelang yang
berlarut-larut, penandatanganan kontrak, serta konsorsium pengadaan barang yang terlambat.
