![]() |
| BLSM |
"Dari awal semuanya, termasuk presiden sebenarnya setuju kalau BBM tidak dinaikkan. Tapi, ada hal yang harus dipikirkan oleh pemerintah misalnya masalah kompensasi atas kenaikan BBM dan logika-logika lainnya. Lagi pula sekarang partai koalisi sepertinya sudah sepakat," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Jakarta Ahmad Bakir Ihsan saat dihubungi, Sabtu (17/3/2012).
Bakir menduga jika pemerintah jadi menaikkan BBM, tentu pertama-tama masyarakat akan syok. Karena, menurutnya, kebijakan kenaikan BBM itu pasti memberatkan bagi semua orang. "Terutama masyarakat paling bawah," katanya.
Bahkan, kata dia, dari awal pemerintah juga sudah memahami dan menyatakan bahwa masyarakat akan merasakan dampak kenaikan BBM itu. "Mereka pasti berat merasakan ini," jelasnya.
Saat ditanya tentang gerakan-gerakan penolakan jika kenaikan BBM ini benar-benar dilakukan? Menurut Bakir, secara politik gerakan yang ada selama ini lebih banyak dituntut oleh mahasiswa. Sedangkan politisi yang kontra, kata dia, sekarang ini tidak terlalu kuat.
"Jadi, dampak dari gerakan itu tidak terlalu kuat. Kalau bicara gerakan, akan kuat kalau didukung banyak elemen, didukung politisi. Kalangan DPR juga sepertinya sudah pro kenaikan," tambahnya.
Di samping itu, pemerintah harus bisa memaklumkan politisi agar bisa mencapai kesepakatan dalam kenaikan harga BBM ini.
Ditanya antisipasi apa yang harus dilakukan untuk meredam gejolak, dia mengatakan, pemerintah harus konsistensi terhadap janjinya. "Kalau misalnya BBM dinaikkan per 1 April, maka BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) harus dikucurkan langsung pada 1 April juga," kata dia.
Kedua, kata Bakir lagi, nilai bantuan juga harus dinaikkan dari besaran sebelumnya. "Semua elemen harus mengawal ini," tegasnya.
Bakir menambahkan, bangsa ini masih mengalami problem korupsi dan penyimpangan dimana-mana. Termasuk potensi penyelewengan dalam penyaluran BLSM ini. Karenanya, dia mengingatkan, perlu dikawal betul-betul agar bantuan benar-benar sampai pada tangan yang berhak.
"Kalau tidak ini bisa menurunkan citra pemerintah. Janji kepada masyarakat bawah laksanakan dan kawal bersama-sama, paling tidak bisa menghilangkan beban masyarakat akan kenaikan BBM," kata dia.
