![]() |
| Pembangkit Listrik |
Hal itu disampaikan pimpinan rapat kerja Teuku Riefky Harsya usai rapat Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM Jero Wacik, di DPR, Rabu (14/3).
Menurut dia, hampir semua fraksi keberatan jika TDL dinaikkan tahun ini karena dinilai akan memberatkan beban publik. Ada baiknya rencana kenaikan ini ditunda sampai akhir tahun atau di tahun depan.
"Ditunda saja sampai akhir tahun, atau tahun depan. Kenaikannya itu nanti dibahas lagi," kata dia.
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI-P, Bambang Wuryanto mengatakan, beban masyarakat sudah bertambah berat akibat kenaikan harga BBM bersubsidi pada 1 April mendatang karenanya, pemerintah tidak harus menambah beban mereka dengan menaikkan TDL.
"Pembahasan kenaikan TDL bisa dilakukan kuartal terakhir atau bahkan tahun depannya," katanya.
Hal yang sama dikatakan oleh Anggota fraksi PKB Agus Listyono. Dia tidak mendukung rencana pemerintah menaikkan TDL sebesar 10 persen secara bertahap Mei mendatang.
"Ada kesalahan mendasar dalam PLN sehingga tiba-tiba pihaknya meminta tambahan subsidi yang fantastis dari Rp40 triliun menjadi Rp93 triliun. Maka fraksi PKB menolak, jangan karena ada rencana kenaikan BBM maka subsidi ini diminta dan tak masuk akal," kata dia.
Sementara itu, Menteri ESDM Jero Wacik usai rapat kerja kepada wartawan mengatakan, pemerintah akan menunda kenaikan TDL. Sebab seluruh fraksi di Komisi VII DPR termasuk Partai Demokrat juga meminta penundaan kenaikan TDL.
Penundaan kenaikan TDL tersebut sesuai dengan harapan dari kalangan pengusaha. Sebab kenaikan tersebut berdampak langsung pada produksinya. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan penundaan dilakukan hingga tahun depan.
