![]() |
| selebaran Kenaikan BBM |
Pihak Istana mengklaim, kenaikan harga BBM untuk membantu rakyat miskin. Kok bisa sih?
Setelah disebarkan Rabu (21/3) lalu kepada wartawan Istana saat sidang kabinet paripurna, kini selebaran itu akan disebarluaskan ke publik, seperti di halte bus, stasiun kereta api dan pasar.
“Iya itu dari kami dan iya akan disebarkan ke masyarakat sebagai sosialisasi penjelasan tentang rencana pemerintah menaikkan BBM,” ujar Staf khusus Presiden bidang Komunikasi Publik, Sardan Marbun di Jakarta, jumat (23/3).
Sebagai informasi, selebaran yang kurang lebih berukuran 20x30 cm ini didominasi warna kuning. Terlihat jelas judul selebaran ini berbunyi “Harga Minyak Dunia Meroket dan saat ini menembus US$ 106,67 per barel”.
Untuk memberikan penekanan tulisan itu, tampak di dua roket mengapit judul selebaran ini. Di bawah roket pada bagian kanan terdapat box warna merah tentang risiko bila harga BBM dinaikkan, yaitu: bila ekonomi nasional tidak diselamatkan, akhirnya rakyat semakin sengsara.
Sementara di bawah bagian kiri, terdapat box warna hijau berisi rencana pemerintah selamatkan ekonomi nasional.
Ada tiga butir yang dicantumkan:
1. Tetapi harga BBM dinaikkan jadi Rp 6.000/liter dan mengurangi anggaran kementerian/lembaga.
2. Sehingga beban APBN berkurang.
3. Subsidi tak membengkak jadi Rp 230,43 triliun dari Rp 168,55 triliun dan tepat sasaran.
Di bawahnya lagi terdapat box warga ungu dengan foto Presiden SBY sedang menyerahkan sebuah bingkisan kepada seorang wanita.
Teksnya mengenai sasaran dari program kompensasi yaitu 18,5 juta KK buruh, petani dan nelayan yang tergolong miskin dan rentan. Box ungu itu mengarah ke box biru yang berisi paparan program kompensasi dimaksud.
Ada lima butir, yaitu;
1. BLSM Rp 150.000/bulan/KK selama 9 bulan.
2. Penambahan raskin menjadi 14 bulan.
3. Insentif pengelolaan transportasi Rp 5 triliun.
4. Beasiswa untuk siswa miskin Rp 5,9 triliun.
5. Pasar murah rakyat.
Sementara di bagian kanan bawah, dicantumkan grafik perbandingan harga BBM di sejumlah negara dalam satuan rupiah. Bila harga BBM jadi Rp 6.000/liter, tetap lebih murah dibandingkan Vietnam yang Rp 7.759/liter.
Di kanan terdapat peringatan agar warga masyarakat waspadai. Isi dari peringatan itu "Waspada! Rakyat miskin mau dibantu kok masih ada saja yang menentang?".
Terakhir dicantumkan juga nomor SMS dan PO Box untuk pengaduan bila masyarakat mengetahui terjadi penyimpangan pelaksanaan program kompensasi itu, yakni di SMS 9949 dan PO Box 9949 JKT 1000.
.jpg)