![]() |
| Slank |
Mendapat sambutan tetabuhan khas pesantren tersebut, para personel Slank, mulai Kaka, Bim Bim, Ivan, Abdee, dan Ridho terlihat sumringah. Para santri juga tampak senang dengan dikunjungi Slank. Jajaran pengasuh pesantren itu, antara lain KH Amir Mahmud, KH Mu’tafi, KH Wahid Umar, dan H Hasan Baharun, pun menyambut mereka.
Kunjungan Slank tersebut merupakan perjalanan religi dengan Ki Ageng Ganjur dari Jogjakarta. Di pesantren itu, Slank berbincang-bincang mengenai budaya dengan para santri. Dialog tersebut dilakukan di teras mushala santri putra, lalu di teras mushala santri putri.
Sejumlah santri dan guru tak mau membuang kesempatan dialog tersebut. Seorang guru bertanya alasan Slank berkunjung ke Darullughah, bukan ke pesantren besar lain yang ada di Kabupaten Probolinggo. Dengan santai, Kaka menjawab, “Kami memang mencari dan mengunjungi pesantren kecil.”
Usai dialog itu, Slank kemudian melakukan penanaman 10 batang pohon jati di depan halaman SMK Darul Lughoh, yang berada dalam area pesantren yang dihuni oleh 350 santri putra dan 600 santri putri itu.
Kedatangan Slank tersebut mendapat tanggapan positif dari Akhmad Erfan, seorang guru Madrasah Diniyah Kelas I Wustho di pesantrenitu. Menurutnya, selain untuk hiburan, musik juga efektif sebagai media dakwah, seperti lagu-lagu Slank yang menggugah nasionalisme. “Dari musik, kita juga bisa mengambil pelajaran. Selain itu, musik bisa menjadi ajang berdakwah. Kedatangan Slank berdampak positif,” ucap Erfan, yang mengaku menggemari Slank.
Di Kraksaan, Slank tak hanya datang ke Darullughah. Kalau tidak ada halangan, Slank akan menggelar istighosah dan konser di Stadion Gelora Merdeka, Kraksaan.
