![]() |
| Pemilu kada(ilustrasi) |
Satelit9.com,Cikarang-Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menemukan empat kasus dugaan politik uang yang dilakukan salah satu kandidat sehari menjelang pemungutan suara pemilu kada.
Ketua Panitia Pengawas Pilkada (Panwaslu) Kabupaten Bekasi, Mulyadi, Sabtu (10/3) mengatakan, laporan tersebut datang dari kandidat Darip Mulyana-Jejen Sayuti (Dahsyat). "Keempat temuan tersebut tengah diperdalam dari sisi barang bukti dan pelakunya," ujarnya.
Bagi para pelaku kecurangan dalam pilkada, kata dia, akan ada penindakan lanjutan oleh pihak kepolisian. Sementara pembuktiannya dilakukan di pengadilan.
Secara terpisah, Ketua tim sukses Dahsyat, Waras Wasisto mengatakan dua dari empat kasus yang dilaporkan kepada Panwaslu ditemukan, Sabtu (10/3). Masing-masing dilakukan oleh kubu Neneng Hasanah Yasin-Rohim Mintareja (Nero) dan Sa'duddin-Jamalulail Yunus (Saja).
"Sejumlah pendukung Nero kedapatan membagikan uang kepada warga di Kecamatan Tambun Selatan oleh satuan tugas politik uang yang sengaja kami bentuk," katanya.
Modus yang dilakukan pelaku, kata dia, dengan cara mendatangi rumah-rumah warga untuk membagikan uang senilai Rp60.000,- per orang sambil meminta penerimanya memilih pasangan nomor urut 1 yakni Nero pada 11 Maret 2012.
"Salah satu ketua RT yang melaporkannya. Kebetulan yang bersangkutan simpatisan Dahsyat, sehingga langsung melaporkannya untuk kemudian kami tindak lanjuti. Pelakunya satu orang dan sudah kami serahkan ke Panwaslu berikut barang bukti yang dibawanya," ujarnya.
Menurut dia, temuan kedua terjadi di Kecamatan Cibarusah. Pelakunya diindikasikan merupakan pendukung pasangan Saja. "Rincian jumlah uang yang diberikan belum jelas, tapi ada upaya mengajak warga untuk mencoblos kandidat incumbent," katanya.
Secara terpisah, juru bicara tim sukses Saja, Zainudhin membantah kabar tersebut. Menurut dia, tidak ada instruksi melakukan politik uang dari pihaknya untuk memenangkan Saja.
Anggota tim sukses pasangan Nero, Daeng Muhammad enggan berkomentar seputar masalah tersebut. Alasannya, tugasnya hanya menjalankan mesin partai PAN untuk memenangkan Nero
