![]() |
| Ilustrasi |
Satelit9.com,Surabaya-Tingkat kriminalitas di Surabaya cukup memprihatinkan. Dalam satu bulan terjadi tiga tiga pembunuhan di wilayah hukum Polrestabes Surabaya. Dari tiga kasus itu, dua diantaranya belum tertangkap.
Tenaga polisi memang tersedot banyak untuk pengaman demonstrasi. Hampir setiap hari, Polrestabes Surabaya mengerahkan sekitar 600 personelnya untuk menjaga demonstrasi. Banyak diantara mereka yang juga memiliki fungsi di kesatuan seperti reserse kriminal.
Dari data Koran Surya, pembunuhan pertama dialami Johan Arie Wibowo. Pemuda 24 warga Jalan Darmahusada itu tewas ditembak perampas mobilnya di jalan tol pada Minggu (18/3/2012). Pelaku hingga kini masih misterius. Polisi kehilangan jejak pelaku yang diduga sudah keluar Surabaya.
Aksi kejahatan memakan korban jiwa lainnya dialami Mujiani (74), warga Jalan Babadab I. Janda veteran perang itu dibunuh Wijayadi (54), tetangganya sendiri, tepat satu minggu sebelum ditemukan pada Selasa (20/3/2012). Wijayadi pun ditangkap anggota Polsek Bubutan.
Pada Rabu (28/3), anggota Polsek Gubeng menangkap Hariyono (55). Warga Jalan Menur AMB itu ditangkap setelah menghabisi nyawa Marfuah (50), istrinya sendiri. Sama dengan kasus Babadan, pembunuhan ini diduga bermotif ekonomi.
Terakhir, kasus pembuhan pada Maret ini terjadi di Jalan Ngagel Dadi kemarin. Pasangan suami istri (pasutri) Syaiful Anwar (42) dan Winarsih (39), warga Jalan Ngagel Mulyo. Kejinya, pasutri ini dibantai pelaku di pinggir jalan pada siang bolong. Polisi hingga saat ini masih memburu pelakunya.
Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti mengungkapkan, aksi kejahatan belakangan ini tidak ada kaitannya dengan pengamanan demonstrasi. “Kami sudah plot personel beradasarkan fungsi dan kondisi. Jadi semuanya sudah dipersiapkan,” ujarnya, Jumat (30/3/2012).
Pihaknya berjanji akan mengungkap dua kasus pembunuhan yang terjadi. “Tim dari Polrestabes Surabaya dan polsek setempat mengejar pelaku. Mudah-mudahan secepatnya pelakunya tertangkap,” pungkas Suparti.(sbk)
