![]() |
| Sidang Paripurna DPR RI |
Satelit9.com-Wibawa Marzuki Alie dari Partai Demokrat yang menjadi pimpinan Sidang Paripurna DPR RI untuk membahas APBN Perubahan 2012 sejak Jumat sore tadi (30/3) sudah betul-betul jatuh ke titik terendah. Kepemimpinannya dianggap tidak efektif dan bertele-tele hingga memancing emosi anggota DPR.
Beberapa saat lalu, Marzuki menawarkan perpanjangan masa sidang hingga pukul 01.00 WIB (Sabtu dinihari, 31/3). Tawaran ini disampaikannya karena saat mencabut skors sidang ia mengatakan sidang akan berlangsung hingga pukul 00.00 WIB. Langkah Marzuki menyampaikan tawaran ini sebetulnya sudah bagus, sesuai fatsoen persidangan yang normal. Tetapi, karena sudah terlanjur dianggap tak patut memimpin sidang akhirnya berbagai komentar pun bermunculan menyusul tawaran itu.
"Sak karepmu dewe lah, Pimpinan," begitu terdengar dari pengeras suara anggota Dewan mengomentari tawaran Marzuki. Tak jelas siapa pemilik suara ini.
Anggota lain tak mau kalah.
"Mau sampai jam berapa pun diskors terus, sudah jelas (hasilnya), Pimpinan. Sebagian besar dari kita menyetujui opsi satu yang artinya tolak kenaikan harga BBM," kata anggota DPR yang juga hanya terdengar suaranya ini.Setelah lebih dari enam jam, akhirnya skors Sidang Paripurna yang membahas Rencana APBN-P 2012 dicabut pada pukul 22.18 WIB lalu (Jumat malam, 30/3). Pimpinan sidang Marzuki Alie dari Partai Demokrat memohon maaf karena sidang harus diskors begitu lama selagi pimpinan fraksi anggota koalisi pendukung pemerintah harus melakukan pembicaraan mengenai berbagai opsi dalam pembahasan RAPBN-P 2012 itu.
"Kami mohon ijin untuk memperpanjang waktu rapat kita sampai pukul 12 tengah malam," sambungnya.
Namun tak berapa lama, Marzuki Alie kembali menskors sidang karena ternyata anggota dua fraksi, yakni PDI Perjuangan dan Gerindra, belum memasuki ruang Sidang Paripurna. Seperti kelompok pendukung pemerintah, kedua fraksi ini pun memilih untuk menggelar rapat konsolidasi masing-masing.
Setelah anggota kedua fraksi hadir di tengah ruang Sidang Paripurna, Marzuki Alie kembali mencabut skors. Jarum jam menunjukkan pukul 22.41 WIB.
"Mengenai forum lobi, saya laporkan, belum mendapatkan formulasi yang bulat. Untuk itu saya berikan kesempatan kepada anggota fraksi untuk menyampaikan pandangannya dan menggunakan haknya," ujar Marzuki.
Nah, selama sidang diskors tadi, satelit9 sempat mencatat sejumlah celoteh anggota Dewan yang menggunakan microphone tempat duduk mereka masing-masing. Terkadang terdengar serius. Terkadang terdengar lucu dan tak bermutu.
Ada yang mengeluhkan persoalan pendingin ruangan di gedung DPR. Menurut anggota yang tak terlihat wajahnya ini, mereka lebih bagus berada di ruang Sidang Paripurna selama berjam-jam. Sebabnya pendingin ruangan di tempat itu tidak terlalu ekstrem.
"Daripada kita di bawah kedinginan mending kita disini, yang AC nya tidak terlalu besar," demikian ucap sang anggota Dewan.
"Pak pimpinan, ayo kapan dimulai. Sudah jam segini," celetuk yang lainnya.
"Iya, ayo kapan? Rakyat sudah menanti," sambar anggota lain.
"Rapat ini bukan milik Setgab," seseorang berteriak lagi lewat pengeras suara.
"Mari segera tinggalkan rapat," kali ini ada yang coba-coba mengompori.
Ada juga yang berusaha mengajak kawan-kawannya yang sedang dengan pembicaraan masing-masing berdoa agar demonstran yang tengah bentrok dengan polisi di luar Gedung DPR dapat kembali ke rumah mereka dengan selamat.
Ah…(col)
