![]() |
| e-KTP |
Sekretaris Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendi, ketika dihubungi di Lamongan, Sabtu (31/3/2012) menjelaskan, selain kesiapan perangkat pendukung, pihaknya juga telah melatih tenaga operator untuk membantu memasukkan data kependudukan secara elektronik.
“Untuk tenaga operator, sebanyak 54 orang CPNS telah mengikuti pelatihan pada 26-29 Maret, dan nantinya mereka disebar ke 27 kecamatan untuk membantu petugas yang ada,” ucapnya.
Pelatihan bimbingan teknis tenaga operator e-KTP diberikan perwakilan dari PT Sucofindo wilayah Surabaya. “Program e-KTP bukan hanya ‘gawe’ (pekerjaan) Kabupaten Lamongan, tetapi nasional sehingga pelaksanaan harus sukses,” ujar Yuhronur.
Ia menambahkan pelaksanaan e-KTP dijadwalkan bisa tuntas hingga tujuh bulan ke depan. Untuk mengejar target tersebut, proses pendataan akan dikebut dan setiap hari dibagi dalam dua “shift” jam kerja, yakni sesi pertama mulai pukul 07.00-15.00 WIB dan dilanjutkan sesi kedua pada pukul 15.00-22.00 WIB.
“Kami berharap warga Lamongan yang wajib KTP ikut menyukseskan program ini,” tambahnya.
Menurut data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DKPS) Lamongan, dari sebanyak 1.409.619 orang warga yang tercatat dalam surat pemberitahuan nomor induk kependudukan (NIK) tahun 2011, jumlah warga yang wajib KTP sebanyak 1.020.939 orang.
Kepala DKPS Lamongan, Mursyid, mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat undangan kepada warga yang wajib memiliki KTP untuk mengurus e-KTP.
“Seluruh perangkat e-KTP sudah didistribusikan kepada 27 kecamatan dan tenaga operator juga telah disiapkan,” katanya.
Pendistribusian perangkat e-KTP yang telah dilakukan sejak pekan lalu, meliputi server untuk database, alat identifikasi sidik jari, komputer, perangkat lunak dan aplikasi, serta kamera digital.(wco)
