Satelit9.com,Jakarta- Aksi demonstrasi yang digalang Pemuda Cinta Tanah Air (PECAT), bentrok dengan orang suruhan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yang memakai pakaian preman di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selata, Kamis (26/4).
Koordinator aksi PECAT, Gusti Piliang menuntut penuntasan kasus-kasus yang kini ditangani KPK. Kasus korupsi tersebut antara lain, pemenang tender Wisma Atlet oleh Sesmen Menpora, yang hingga kini masih belum ada kejelasan, juga Proyek Hambalang. Dari kedua proyek tersebut nyata disinyalir ada tindakan korupsi dalam pemenangan tendernya.
“Namun kenapa tokoh-tokoh lain dibalik tindak korupsi, KPK tidak berani menyeret Anas Urbaningrum? Sesuai pengakuan dari Nazarudin beberapa waktu lalu, untuk itulah secara simbolik kami akan menyerahkan ‘Babi Ngepet Arnas Urang Ling Lung’ sebagai simbol bahwa koruptor sama dengan babi ngepet, sama-sama pencuri uang rakyat, bahkan dengan korban dan dampak yang lebh massif,” kata Gusti.
Demonstran berjumlah sekitar 20 orang ini mendatangi kantor KPK dengan membawa kandang ayam yang berisi replika babi ngepet dan binatang lain sebagai simbolik koruptor untuk diberikan kepada pimpinan KPK.
“Kenapa kita simboliskan Babi, karena Babi karakternya pemalas tapi pengen untung terus,” ujar salah satu pendemo.
Namun belum sampai orasi, sejumlah demonstran ini langsung dihajar oleh pengawal Anas Urbaningrum yang berpakaian preman dan Safari yang dari pagi sudah berjaga-jaga di KPK. Satu korban jatuh kena tendangan pria yang berbaju putih diduga orangnya Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.
Dari kerusuhan itu, polisi akhirnya dapat mengendalikannya. Pengawal Ketua Umum Partai Demokrat diamankan polisi. Tak berhenti sampai disitu, suasana makin tak terkendali ketika orang-orang Anas ini melarang massa pendemo PECAT yang mencoba memasuki kembali lingkungan KPK.
Melihat ulah ini, sejumlah wartawan yang geram langsung bentrok dengan pengawal Anas. Wartawan yang berjumlah 30 orang memaksa untuk mengeluarkan mereka. Sempat adu jotos antara wartawan media online, yang bernama Supriyanto dengan Pengawal Anas yang berprilaku seperti Preman.
“Kalau Demonstrasi boleh dong jangan dilarang-larang. Ini negara Demokrasi,” jelas Supri.
Akhirnya, sekitar jam satu siang ketegangan ini bisa dikendalikan oleh sejumlah aparat saat orang suruhan Anas dikeluarkan dari lokasi gedung KPK.(Deva/col)
.jpg)