• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Dalang Kondang Ki Anom Suroto Raih Penghargaan dari Aburizal Bakrie

    Last Updated 2012-04-09T18:34:07Z


    Satelit9.com,Solo-Dalang kondang asal Solo Ki Anom Suroto mendapatkan penghargaan dari Aburizal Bakrie sebagai seorang seniman tradisi yang telah mendedikasikan hidupnya secara luar biasa untuk melestarikan budaya Jawa.
    Selain Ki Anom, ada dua seniman tradisi lainnya dan juga dua paguyuban ikut mendapatkan penghargaan serupa.
    Dua seniman dan dua paguyuban yang menyertai dalang sepuh Solo untuk menerima piagam penghargaan dan uang tunai Rp50 juta dari pengusaha yang juga Ketua Umum Partai Golkar di Hotel Lorin Solo, pada Minggu (8/4) itu adalah Bondan Nusantara selaku seniman kethoprak dari Jogjakarta, seniman gaek Reog Ponorogo, H Achmad Tobroni , lalu Cak Edy Karya selaku pimpinan Paguyuban Ludruk Karya Budaya Mojokerto, Jatim serta Paguyuban Pengrajin Keris Mega Remeng dari Aeng Tong-Tong, Sumenep Madura yang
    dipimpin Sanomo.
    Mereka yang direpresentasikan sebagai pelestari kesenian wayang, ketoprak, reog, ludruk, dan keris itu terpilih, setelah tim seleksi yang dibentuk Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan penilaian yang meliputi empat tahap.
    Tim seleksi itu dipimpin oleh Dr Purwadi, M Hum seorang pakar budaya Jawa yang juga Rektor UMY.
    Ki Anom Suroto yang mendapatkan gelar dari Keraton Surakarta dengan sebutan Ki Lebdocarito itu meraih penghargaan karena jasanya melestarikan kesenian wayang kulit. Sebagai dalang ia dianggap berjasa membina dalang-dalang muda, dengan memberikan kesempatan pentas menggelar ringgit wacucal di rumahnya. Ki Anom juga menjadi dosen terbang untuk para mahasiswa pedalangan Institut Seni Indonesia Surakarta.
    Sementara Bondan, sutradara dan penulis naskah ketoprak, dinilai berjasa melestarikan seni ketoprak lebih dari 40 tahun dengan berbagai pembaharuan dan pengkaderan yang dilakukannya.
    Tobroni atau akrab disapa Mbah Tobron dinilai berjasa menghidupkan kembali seni reog pada tahun 1971 yang sempat mati suri pasca tragedi politik tahun 1965.
    Sedangkan Ludruk Karya Budaya dianggap layak memperoleh penghargaan karena mampu eksis selama lebih dari 43 tahun di tengah maraknya industri hiburan avant-garde yang masif.
    Sedangkan Mega Remeng dari Desa Aeng Tong-Tong di Sumenep dinilai berperan penting dalam pelestarian keris dan aktif mendidik empu-empu muda pembuat keris sehingga kualitas penciptaan keris tetap terjaga.
    Abu Rizal sebelum menyerahkan penghargaan menyatakan, sudah absolutist dirinya ingin terlibat dalam pelestarian kekayaaan budaya nusantara yang beragam. "Saya memulainya dari budaya Jawa yang adiluhung," katanya seraya mengatakan, saat ini merupakan drive tepat untuk penyadaran tentang pentingnya menjaga komitmen, menjadikan nilai-nilai budaya sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa, di tengah memudarnya kecintaan terhadap budaya lokal.
    "Sudah saatnya mengembalikan rasa hormat kepada kebudayaan untuk kemajuan bangsa. Jangan sampai ada anggapan kebudayaan lokal sebagai penghambat kemajuan, tetapi harus dimaknai secara benar sehingga menjadi pendorong kemajuan," ujarnya sembari mengambil contoh China yang dinilai sebagai bangsa yang maju dengan akar budaya lokal yang masih sangat kental.(wco) 
    Komentar
    • Dalang Kondang Ki Anom Suroto Raih Penghargaan dari Aburizal Bakrie

    Terkini

    Topic Popular