Satelit9.com,Purwakarta- Kemarin,Densus 88 menangkap tiga pria terduga teroris di Desa Cibening, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Ketiganya berinisial U, Ag, dan D. Polisi melacak keberadaan kelompok ini setelah meringkus KM di Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (15/4).
"Mereka memberi bantuan kepada KM selama menjadi pelatih latihan militer di Aceh, juga saat masih buron. Densus 88 akan terus mengembangkan keterkaitan, peranan, dan aktivitas mereka selama dalam persembunyian," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Jakarta.
Di Bima, KM ditangkap bersama YNI, seorang dokter gigi, yang menyembunyikan buron itu. KM alias Kamal diduga juga terlibat dalam kasus perampokan di Purwakarta dan Bank CIMB Niaga, Medan, Sumatra Utara.
"Kami menduga ketiga terduga teroris juga terlibat dalam perampokan toko emas di Purwakarta," tambah Boy Rafli.
Dari Purwakarta dilaporkan, Tim Densus 88 menggerebek dua rumah, di Desa Cibening dan di Kelurahan Ciseureuh.
Di lokasi kedua, operasi melibatkan tujuh anggota Densus 88 bersenjata lengkap. Mereka menyatroni rumah yang dikontrak Rian, 44, di Gang Elang, Kampung Sukamulya.
Warga menyatakan Rian sudah tinggal di rumah itu selama dua tahun terakhir. Ia bekerja sebagai pedagang asongan dan pengumpul barang bekas.
"Ia sudah beristri, namun tidak tinggal bersama. Istrinya bekerja di pabrik," kata Kris, warga.
Menurut warga, polisi bersenjata menyatroni rumah kontrakan itu sekitar pukul 05.00 WIB. Banyak warga yang ikut melihat penangkapan Rian karena mereka tengah berada di musala untuk salat subuh berjemaah.
"Tidak ada perlawanan. Rian dibawa ke dalam sebuah mobil dan melaju ke arah Jakarta," sambung Kris lagi.
Sampai tadi malam, rumah kontrakan itu terus didatangi warga. Rumah dalam kondisi tergembok, sepi, dan semua lampu mati. Dua terduga teroris lain juga ditangkap di Jalan Galur, Desa Cibening.(sbk)
