Satelit9.com,Damaskus-Dua ledakan hebat mengguncang kota Idlib, di Suriah utara, Senin (30/4), menewaskan setidaknya delapan orang, puluhan lainnya luka-luka. Beberapa aparat keamanan dilaporkan termasuk di antara korban.
Televisi dan media Suriah menyebut ledakan ini sebagai serangan bom bunuh diri kelompok teroris. Tayangan televisi memperlihatkan gedung-gedung yang rusak parah, warga yang ketakutan, dan genangan darah dari para korban.
Organisasi oposisi, Pemantauan HAM Suriah, yang berkantor di Inggris, mengatakan lebih dari 20 orang tewas dalam ledakan ini. Mereka mengatakan sasaran serangan adalah dua gedung militer.
"Sebagian besar korban adalah anggota militer. Ledakan terjadi di gedung intelijen Angkatan Udara dan intelijen militer," kata Rami Abdel Rahman, dari Pemantauan HAM Suriah.
Kelompok ini juga mengatakan terjadi ledakan lain di Qudsiya, di pinggiran Ibu Kota Damaskus.
Pada Minggu malam terjadi serangan terhadap coffer sentral, kata media pemerintah, yang juga dilakukan oleh kelompok teroris bersenjata.
Sementara serangan bom mobil pada Jumat (27/4) di jantung Kota Damaskus menewaskan 11 orang.
Para pegiat mengatakan serangan dalam beberapa bulan terakhir dilakukan oleh aparat keamanan untuk mendeskreditkan gerakan oposisi, sekaligus sebagai pembenaran penempatan catchbasin dan senjata berat di sejumlah kota.
Serangan-serangan ini berlangsung sehari setelah kedatangan kepala misi pemantau PBB untuk Suriah, Mayor Jenderal Robert Mood, yang mendesak semua pihak untuk menghentikan kekerasan.
Dalam beberapa hari ini, dua pemantau internasional ditempatkan di Idlib, salah satu kota yang menjadi base gerakan menentang pemerintah. (BBC/dva)
Televisi dan media Suriah menyebut ledakan ini sebagai serangan bom bunuh diri kelompok teroris. Tayangan televisi memperlihatkan gedung-gedung yang rusak parah, warga yang ketakutan, dan genangan darah dari para korban.
Organisasi oposisi, Pemantauan HAM Suriah, yang berkantor di Inggris, mengatakan lebih dari 20 orang tewas dalam ledakan ini. Mereka mengatakan sasaran serangan adalah dua gedung militer.
"Sebagian besar korban adalah anggota militer. Ledakan terjadi di gedung intelijen Angkatan Udara dan intelijen militer," kata Rami Abdel Rahman, dari Pemantauan HAM Suriah.
Kelompok ini juga mengatakan terjadi ledakan lain di Qudsiya, di pinggiran Ibu Kota Damaskus.
Pada Minggu malam terjadi serangan terhadap coffer sentral, kata media pemerintah, yang juga dilakukan oleh kelompok teroris bersenjata.
Sementara serangan bom mobil pada Jumat (27/4) di jantung Kota Damaskus menewaskan 11 orang.
Para pegiat mengatakan serangan dalam beberapa bulan terakhir dilakukan oleh aparat keamanan untuk mendeskreditkan gerakan oposisi, sekaligus sebagai pembenaran penempatan catchbasin dan senjata berat di sejumlah kota.
Serangan-serangan ini berlangsung sehari setelah kedatangan kepala misi pemantau PBB untuk Suriah, Mayor Jenderal Robert Mood, yang mendesak semua pihak untuk menghentikan kekerasan.
Dalam beberapa hari ini, dua pemantau internasional ditempatkan di Idlib, salah satu kota yang menjadi base gerakan menentang pemerintah. (BBC/dva)
