![]() |
| Ilustrasi |
Satelit9.com,Jakarta-Kenaikan harga bahan pokok yang disebabkan dampak psikologis rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi diprediksi tidak akan turun lagi. Pasalnya, pedagang sudah telanjur mengambil untung.
“Harga sudah telanjur naik dan itu tidak akan turun lagi, tetap stagnan sampai ada kenaikan harga,” ujar Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo kepada wartawan di kantornya, kemarin.
Ia mengatakan, kenaikan harga itu mulai terjadi pada minggu ketiga dan keempat Maret. Harga-harga yang naik itu di luar beras. Padahal, minggu pertama dan kedua harga bahan pokok masih cenderung stabil.
Kepala BPS Suryamin mengatakan, kenaikan harga sangat terlihat pada minggu keempat. Hal itu bisa dilihat dari tercapainya angka inflasi 0,07 persen. Padahal, dua tahun terakhir, Maret adalah bulannya deflasi. Sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 0,88 persen dan inflasi year on year (YOY) mencapai 3,97 persen.
Dari 66 kota, inflasi terjadi di 34 kota, sedangkan deflasi terjadi di 32 kota. “Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 1,33 persen dan Manado 1,12 persen dan deflasi terjadi di Jayapura 1,44 persen,” katanya.
Menurut Suryamin, faktor yang menyebabkan terjadi inflasi adalah kenaikan harga cabe rawit yang cukup tinggi awal Maret yang disebakan kurangnya pasokan.
“Harga cabe terjadi kenaikan di 46 kota. Kenaikan batten tinggi di Kediri 86 persen dan Gorontalo 84 persen. Sedangkan kota lainnya mengalami kenaikan antara 10 sampai 70 persen,” jelasnya.
Selain itu, inflasi juga dipengaruhi kenaikan harga cabe merah, apalagi kurangnya pasokan dan terjadi di 57 kota. Kenaikan harga terjadi di Denpasar 68 persen dan Kediri 66 persen. “Kota lainnya naik 10 sampai 50 persen. Faktor yang lain adalah kenaikan rokok kretek,” kata Suryamin.
Sedangkan yang menghambat inflasi adalah turunnya harga beras, karena bulan ini cenderung mengalami panen raya. Jadi stok beras untuk tahun ini banyak. Penurunan harga beras terjadi di Serang 9 persen, Sukabumi dan Mataram mencapai 8 persen
Faktor lainnya, penurunan harga daging ayam ras yang terjadi di 56 kota pada minggu pertama Maret. “Penurunan di Samarinda mencapai 13 persen, sedangkan Tarakan 12 persen,” jelasnya.
Suryamin mengatakan, BPS melihat kenaikan harga dalam satu bulan. Sebenarnya rencana kenaikan harga ini sangat dipengaruhi masuknya panen raya. Meskipun harga naik inflasinya masih terjaga.
Dia menambahkan, dengan ditundanya kenaikan harga BBM oleh pemerintah, maka laju inflasi akan tetap aman.(wco)
Untuk diketahui, harga berbagai kebutuhan pokok di pasar tradisional Palmerah, Jakarta Barat, merangkak naik. Kenaikan harga terutama terjadi pada bahan-bahan pangan dengan kisaran Rp 500-1.000.
Beras jenis IR-64 yang banyak diminati masyarakat bawah naik dari harga Rp 6.800 menjadi Rp 7.200 per kilogram. Beras jenis IR-42 juga naik menjadi Rp 8.400 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada harga telur menjadi Rp 16.500 per kilogram. Minyak goreng curah naik menjadi Rp 12.000 per kilogram. Sementara gula putih naik menjadi Rp 12.000 dari sebelumnya Rp 10.500 per kilogram.
Untuk diketahui, dalam rapat paripurna DPR akhirnya menolak rencana kenaikan harga BBM 1 April 2012. Dalam keputusan tersebut, DPR memberikan keleluasaan pemerintah untuk menaikan harga jika Indonesia Crude Price (ICP) di atas 15 persen yang ditentukan pemerintah. (col)
