![]() |
| Presiden SBY |
"Ia mengatakan cinta rakyat, tapi tidak peduli air mata dan darah rakyat. (Ketika rakyat ngamuk gara-gara pemerintah ngotot menaikkan BBM) Ia malah lari ke luar negeri," kata Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Iberamsjah dalam diskusi bertajuk tema 'Perlawanan Rakyat: Ketidakpercayaan Kepada Pemerintah dan Elit Politik' di Rumah Perubahan, Jakarta, Selasa (3/4).
Jika pemerintah dianggap telah mengkhianati kepercayaan rakyat, maka rakyat bisa melengserkannya dengan jalur konstitusionil melalui DPR. Namun, yang jadi masalah, sekarang DPR itu bukanlah perwakilan rakyat, tapi perwakilan partai.
Momentum rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada akhir Maret lalu dianggap sebagai drive untuk melengserkan SBY-Boediono, namun hingga kini posisi keduanya masih aman. Apakah gerakan mahasiswa dan rakyat kehilangan drive akhir Maret?
"Saya rasa tidak akan kehilangan momentum. People ability masih menunggu, rakyat menunggu. Meski BBM ditunda kenaikannya, rakyat tetap tertindas. Sembako naik, pemerintah tidak bisa mempertahankan kesejahteraan rakyatnya. Dan saya yakin pemerintah akan jatuh," demikian Iberamsjah.(col)
