![]() |
| Pasangan Jokowi-Ahok |
Satelit9.com,Jakarta-Pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama atau lebih beken dengan Jokowi-Ahok telah menyatakan bakal meraup dana kampanye dengan menjual kemeja seharga Rp100 ribu per potong, yang diproduksi di wilayah Solo dan sekitarnya.
Kemeja kotak-kotak itu menjadi identitas mereka sejak mencalonkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
Jokowi di Jakarta, Sabtu (31/3), menuturkan kemeja itu antara lain diproduksi di pusat usaha kecil menengah konveksi di Kalioso di Kabupaten Karanganyar dan Kalijambe di Kabupaten Sragen. Harga sepotong kemeja tersebut di Pasar Tanah Abang berkisar antara Rp400.000 untuk tiga kemeja atau rata-rata Rp135.000 per potong.
Untuk kemeja yang akan diproduksi nanti, Jokowi menambahkan akan dijual dengan harga sekitar Rp75.000-Rp100.000 per potong.
"Yah modal satu kemeja kan kurang lebih Rp45.000, yakni bahan kemeja Rp30.000 per potong dan ongkos jahitnya Rp15.000. Dengan harga jual kemeja sekitar Rp75.000-Rp100.000 per potong, dari 6.000 kemeja yang habis terjual akan diperoleh keuntungan sekitar Rp180 juta-Rp330 juta," beber Jokowi.
"Setelah produksi 6.000 kemeja, akan saya lanjutkan bikin 70.000 kemeja lagi. Habis itu, buat lagi 200.000 lalu 500.000 kemeja, begitu seterusnya. Bahannya kita ambil dari Jakarta dan saat ini sudah jalan lima hari produksinya. Ini Insyallah bisa kita manfaatkan untuk mendanai kampanye," Jelas Jokowi.
Jokowi dan Ahok mengakui dana kampanye yang dimiliki tidak besar bila dibandingkan calon-calon yang lain. "Yah memang tidak besar tapi kita kan tidak butuh besar juga karena kita tidak pasang banner, spanduk, iklan, juga tidak bagi-bagi sembako dan uang ke warga. Jadi segitu juga pas saja, mudah-mudahan berkah," ujar Jokowi.
Menurut Ahok, hasil dari fundraising tersebut lebih banyak akan digunakan untuk kumpul-kumpul para simpatisan saja. "Yah untuk kita kumpul-kumpul diskusi, juga melakukan kegiatan pendidikan di tingkat grassroot (akar rumput)," jelasnya.(sbk)
