Satelit9.com,Bengkulu-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika meralat pernyataan awal mereka jika kekuatan gempa Aceh mencapai 8,9 skala Richter. Dalam ralatnya, BMKG menyatakan besar guncangan sebesar 8,5 skala Richter. Ralat itu disampaikan BMKG melalui rilis tertulisnya, Rabu, 10 April 2012.Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika Kepahiang Dadang Permana mengatakan siaga tsunami di Bengkulu akibat gempa susulan berkekuatan 8,1 SR yang melanda wilayah Aceh pukul 17.43 WIB diperpanjang hingga 19.15 WIB. "Gempa susulan berkekuatan 8,1 SR berpotensi tsunami dan gelombang tsunami diperkirakan tiba di Bengkulu pukul 19.15 WIB," katanya di Bengkulu, Rabu (11/4).
Ia mengatakan, gempa susulan tersebut masih terjadi dalam blok yang sama tapi cenderung bergeser ke arah Selatan dari gempa pertama berkekuatan 8,5 SR.
Hingga saat ini, kata dia, cachet siaga tsunami yang dirilis BMKG pusat akibat gempa berkekuatan 8,5 SR yang melanda Aceh sekitar pukul 15.48 WIB. "Status siaga tsunami akibat gempa pertama untuk Bengkulu belum dicabut meski diperkirakan tiba di Bengkulu pukul 18.00 WIB tapi ternyata tidak terjadi," katanya.
Ia mengatakan, peringatan tsunami sudah dirilis oleh BMKG dan dua sirene peringatan dini tsunami yang ada di Kota Bengkulu sudah dibunyikan otomatis dari BMKG pusat.
Sirene tersebut terdapat di kawasan wisata Pantai Panjang dan satu sirene lainnya terdapat di lingkungan Kantor Gubernur Bengkulu.
"Dua sirene peringatan tsunami sudah dibunyikan otomatis dari pusat karena BPBD Bengkulu belum juga mengaktifkan peringatan dini itu," kata
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kepahiang Dadang Permana. Warga yang bermukim di wilayah pesisir Kota Bengkulu dan enam kabupaten lainnya yakni Bengkulu Utara, Mukomuko, Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Seluma dan Kaur diharapkan meninggalkan wilayah pesisir.
"Kami masih menunggu koordinasi dari pusat karena sampai saat ini cachet siaga tsunami belum dicabut dan belum ada laporan tsunami," katanya.
Terkait kondisi masyarakat di Pulau Enggano, Dadang mengatakan, hingga saat ini belum terpantau, namun diperkirakan gelombang yang tiba di pulau terluar wilayah Bengkulu itu akan lebih kecil dari Bengkulu.
Sementara itu, warga pesisir pantai di Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu yang mendengarkan bunyi sirene sudah bersiaga dan sebagian sudah menyiapkan kendaraan di depan rumah.
"Kami mendengar bunyi sirene peringatan tsunami sehingga sebagian warga sudah menyiapkan kendaraan di depan rumah, tapi belum ada yang mengungsi," kata Sofian Ramadhan.
Sebelumnya, gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter (SR) mengguncang Aceh dan sekitarnya pukul 15.38 WIB, demikian menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu (11/4).
Dampak gempa dirasakan di Sumatera Utara, Sumatra Barat, Bengkulu dan Lampung.(Ant/col)